Beranda / Palestina / Cacar Air Mewabah, Kesulitan Muhajirin Gaza Meningkat di Tengah Minimnya Pengobatan
Kabar Palestina
28 Agu 2026

Cacar Air Mewabah, Kesulitan Muhajirin Gaza Meningkat di Tengah Minimnya Pengobatan

Cacar Air Mewabah, Kesulitan Muhajirin Gaza Meningkat di Tengah Minimnya Pengobatan
Bagikan:

GAZA (PIC) – Tenda-tenda pengungsian di Gaza tak lagi menjadi tempat yang aman bagi warga yang terusir akibat agresi genosida. Kepadatan pengungsian, minimnya air bersih, runtuhnya layanan kesehatan, serta kelangkaan obat-obatan menjadikan kawasan pengungsian sebagai tempat ideal bagi penyebaran penyakit menular, terutama cacar air.

Di Kamp Al-Taawon, Kota Gaza, Hamadallah Salem Qanan (41) menceritakan bagaimana putrinya pertama kali tertular cacar air sebelum penyakit itu menyebar ke seluruh anggota keluarganya.

Karena sempitnya tenda, keluarganya tidak dapat mengisolasi anggota yang terinfeksi. Akibatnya, seluruh anggota keluarga mengalami ruam kulit, demam tinggi, dan gatal-gatal hebat. Kondisi itu diperparah oleh minimnya obat-obatan, kurangnya air untuk mandi, dan terbatasnya perlengkapan kebersihan. Keluarganya kini sangat mengandalkan makanan dari dapur umum.

Qanan juga khawatir penularan terus meluas di tengah padatnya kamp pengungsian dan suhu yang tinggi. Menurutnya, penyakit itu bahkan berdampak pada kondisi psikologis anak-anaknya yang menjauhi teman sebaya karena takut menularkan infeksi.

Infeksi Anak Menambah Ujian Ayah yang Terluka

Kondisi serupa dialami Mahmoud Fayez Al-Masri (34). Putranya, Abdullah, yang berusia dua setengah tahun, telah menderita cacar air selama beberapa bulan, sementara Al-Masri sendiri mengalami cedera serius akibat perang.

Ia mengatakan anaknya terus mengalami gatal-gatal dan ruam kulit, sementara malam hari menjadi saat paling sulit karena rasa sakit membuatnya sulit tidur. Dua anak lainnya juga tertular, meski dengan gejala lebih ringan.

Al-Masri mengaku kondisi kesehatannya, ketidakmampuan bekerja, dan minimnya akses pengobatan membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan medis.

Puluhan Ribu Kasus dalam Hitungan Bulan

Data medis menunjukkan sekitar 53.000 kasus cacar air tercatat di Gaza sejak awal tahun. Lonjakan tajam terjadi pada Juni dan Juli, dengan lebih dari 10.000 kasus baru tercatat setiap dua pekan.

Khan Younis mencatat jumlah kasus tertinggi, disusul Kota Gaza dan Gaza Tengah, sementara Gaza Utara menjadi wilayah dengan kasus paling sedikit.

Para ahli mengaitkan penyebaran penyakit ini dengan kondisi lebih dari 1.600 pusat pengungsian yang menampung lebih dari 1,7 juta muhajirin. Memburuknya layanan air bersih dan sanitasi serta tingginya angka malnutrisi juga menyebabkan daya tahan tubuh warga menurun.

Anak-Anak Paling Rentan

Dokter spesialis kulit Amer Al-Masri mengatakan Gaza sedang menghadapi lonjakan kasus cacar air yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan tertular. Virus cacar air mudah menyebar melalui percikan pernapasan maupun kontak dengan cairan tubuh dan barang pribadi penderita.

Ia memperingatkan penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti infeksi bakteri, pneumonia, dan gangguan kesehatan lainnya, terutama pada anak-anak serta mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Al-Masri menambahkan, kelangkaan obat dan vaksin membatasi kemampuan tenaga kesehatan menangani kasus, sementara kepadatan tempat pengungsian membuat upaya isolasi hampir tidak mungkin dilakukan.

Kekhawatiran Munculnya Wabah Penyakit Lain

Para ahli menegaskan pengendalian cacar air tidak cukup hanya dengan menyediakan pengobatan. Diperlukan pula perbaikan kondisi pengungsian, penyediaan air bersih, perlengkapan kebersihan pribadi, dan penguatan layanan kesehatan.

Di tengah agresi yang terus berlangsung dan memburuknya krisis kemanusiaan, muncul kekhawatiran bahwa penyebaran cacar air dapat memicu merebaknya penyakit menular lainnya di pusat-pusat pengungsian, seiring terus menurunnya kondisi kesehatan dan lingkungan di Gaza. Allaahul musta’aan. (PIC)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami