KAIRO (Middle East Monitor) – Delegasi Hamas dijadwalkan akan mengadakan pembicaraan di Kairo dengan para pejabat dan mediator Mesir mengenai implementasi perjanjian gencatan senjata Gaza, kata kelompok itu pada hari Selasa (30/6/2026), seperti dilaporkan Anadolu.
“Agenda delegasi memprioritaskan penghentian peningkatan pelanggaran ‘Israel’ di Gaza, kejahatan pembunuhan, dan pembunuhan berencana setiap hari,” kata Taher al-Nunu, penasihat politik kepala Hamas.
“Hamas juga akan mencari jaminan bahwa zionis harus mengizinkan masuknya kebutuhan Gaza sepenuhnya. Termasuk bahan-bahan yang dibutuhkan untuk memperbaiki rumah sakit, toko roti, dan infrastruktur, serta mengimplementasikan ketentuan-ketentuan yang tersisa dari perjanjian Sharm el-Sheikh,” tambahnya.
Pembicaraan di Kairo akan melanjutkan diskusi tentang peta jalan yang disiapkan oleh Nikolay Mladenov, perwakilan tinggi “Dewan Perdamaian untuk Gaza”, bekerja sama dengan para mediator untuk fase kedua perjanjian tersebut.
“Peta jalan tersebut mencakup masuknya komite administratif dan pasukan perlindungan internasional, yang mengarah pada penarikan penuh serdadu zionis dari semua wilayah Jalur Gaza,” kata Al-Nunu.
“Kami serius untuk mencapai kesepakatan yang mengakhiri kesulitan rakyat kami, menghentikan kejahatan pendudukan, dan mencapai kemajuan dalam memulihkan hak-hak politik rakyat kami. Terutama kebebasan dan pembentukan negara Palestina yang merdeka.”
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, jumlah korban tewas akibat pelanggaran gencatan senjata ‘Israel’ sejak diberlakukan pada Oktober 2025 telah meningkat menjadi 1.053 orang, dengan 3.406 lainnya terluka.
Penjajah zionis Israel juga terus memblokir masuknya bantuan dalam jumlah yang telah disepakati ke wilayah tersebut. (Middle East Monitor)