GAZA (PIC) – Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mendesak agar fase kedua perjanjian gencatan senjata di wilayah Gaza segera dimulai.
Ia menegaskan bahwa fase ini harus mencakup penarikan penuh pasukan ‘Israel’ dari wilayah tersebut. Seruan itu disampaikan, Kamis (29/1/2026), di tengah rapuhnya gencatan senjata dan memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza.
Guterres menekankan bahwa fase berikutnya tidak cukup hanya berfokus pada penyaluran bantuan makanan.
Menurutnya, Gaza membutuhkan respons kemanusiaan yang menyeluruh. Termasuk langkah-langkah serius menuju rekonstruksi; mengingat kehancuran berskala luas yang dialami wilayah yang belasan tahun dikepung tersebut akibat agresi berkepanjangan.
Selain Gaza, Guterres juga menyoroti situasi di Tepi Barat. Ia menyerukan penghentian pembangunan permukiman ilegal, pembongkaran rumah, pengusiran paksa warga Palestina, serta kekerasan pemukim ilegal yahudi.
Guterres secara terbuka menyerukan tekanan nyata terhadap ‘Israel’, termasuk dari Amerika Serikat. Ia menilai keterlibatan aktif Washington memiliki andil guna mewujudkan implementasi penuh perjanjian gencatan senjata.
Seruan tersebut muncul setelah Donald Trump mengumumkan pembentukan “Dewan Perdamaian” dan dimulainya fase kedua perjanjian gencatan senjata antara ‘Israel’ dan Hamas.
Rencana Trump yang terdiri dari 20 ketentuan itu telah disahkan melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 2803 pada 17 November 2025, yang mengatur pelaksanaan fase kedua melalui pembentukan “Dewan Perdamaian”, komite teknokratik Palestina, dan pengerahan “pasukan stabilisasi internasional”. (PIC)