Beranda / Palestina / Genosida dan Tekanan Psikologis Memuncak, Rambut Anak Muda Gaza Memutih Lebih Cepat
Kabar Palestina
30 Jun 2026

Genosida dan Tekanan Psikologis Memuncak, Rambut Anak Muda Gaza Memutih Lebih Cepat

Genosida dan Tekanan Psikologis Memuncak, Rambut Anak Muda Gaza Memutih Lebih Cepat
Bagikan:

GAZA (PIC) – Rambut yang memutih di kepala maupun janggut kini tidak lagi menjadi ciri orang lanjut usia di Gaza. Di jalanan, pusat-pusat pengungsian, kampus, hingga pasar, pemandangan anak-anak muda berusia 20-an dan 30-an dengan penampilan yang jauh lebih tua dari usia mereka kini menjadi hal yang lazim.

Dalam waktu singkat, uban telah memenuhi rambut dan janggut mereka. Banyak anak muda mengaitkan fenomena ini dengan tekanan psikologis yang luar biasa berat yang dialami warga Gaza selama beberapa tahun terakhir.

Mereka harus menghadapi genosida yang terus berlangsung, kehilangan anggota keluarga dan orang-orang tercinta, pengungsian yang berulang kali, serta berbagai kekhawatiran.

Mohamed Abu Al-Abd, pemuda berusia 27 tahun, mengatakan bahwa sebelum perang, tidak ada sehelai uban pun di kepalanya. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, ia terkejut melihat uban mulai menyebar dengan jelas di bagian depan rambut dan janggutnya.

“Ketika melihat foto-foto lama, rasanya seperti saya tiba-tiba menua sepuluh tahun,” ujarnya. Mohamed menuturkan bahwa selama penjajah zionis melakukan agresi genosida terhadap penduduk Gaza, ia menjalani hari-hari yang sangat berat.

Ia juga kehilangan sejumlah kerabat dan sahabat. Menurutnya, seluruh pengalaman itu berdampak pada kondisi kesehatan dan penampilan fisiknya, yang salah satunya ditandai dengan munculnya uban.

Pengalaman serupa dialami Abu Karim, 31 tahun. Ia mengaku teman-temannya kini terus-menerus mengomentari perubahan warna rambutnya yang begitu mencolok. Ia sendiri tak menyangka harus mengalami kondisi seperti itu di usianya yang masih relatif muda.

Abu Karim mengatakan bahwa hanya dalam hitungan bulan, banyak rambut dan janggutnya berubah menjadi putih. Ia meyakini tekanan psikologis yang dialaminya setiap hari menjadi penyebab utama perubahan tersebut.

Mahmoud Ahmed, 24 tahun, mengatakan uban mulai muncul dengan sangat cepat setelah ia beberapa kali mengungsi serta kehilangan pekerjaan dan mata pencahariannya.

Awalnya Mahmoud mengira kondisi itu dipengaruhi faktor keturunan. “Namun kemudian saya menyadari bahwa banyak teman seusia saya mengalami hal yang sama,” katanya.

Dengan nada bercanda, Mahmoud mengatakan kepada koresponden PIC, “Kami, para anak muda, sekarang saling mengejek siang dan malam. Yang ubannya lebih sedikit akan menggoda teman yang ubannya lebih banyak. Setiap kali berkumpul, itu selalu menjadi bahan candaan.” Namun di balik candaan itu tersimpan luka yang mendalam.

“Kini kami tidak lagi memandang uban sekadar sebagai tanda bertambahnya usia. Bagi kami, uban adalah jejak yang terlihat dari trauma, tekanan yang terus-menerus, dan genosida yang hingga kini masih berlangsung,” tuturnya.

Apa Kata Sains?

Sejumlah penelitian ilmiah terbaru menunjukkan adanya hubungan antara tekanan psikologis yang berat dengan munculnya uban dini. Riset yang didukung National Institutes of Health (NIH) di AS menemukan bahwa stres psikologis yang parah dapat memengaruhi sel punca yang bertugas menghasilkan pigmen rambut di dalam folikel. Akibatnya, rambut kehilangan warna alaminya dan uban muncul lebih cepat dari seharusnya.

Berbagai penelitian lain juga mengaitkan uban dini dengan sejumlah faktor, seperti predisposisi genetik, kekurangan zat gizi tertentu—termasuk zat besi dan vitamin B12—serta tekanan psikologis berkepanjangan dan gangguan kesehatan mental.

Penelitian-penelitian tersebut menjelaskan bahwa stres yang terus-menerus dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf yang mengendalikan respons “lawan atau lari” (fight or flight). Kondisi ini mempercepat habisnya sel-sel penghasil pigmen di dalam folikel rambut sehingga proses pemutihan rambut terjadi lebih dini.

Secara medis, uban memang lazim muncul secara bertahap seiring bertambahnya usia. Namun, kemunculannya pada usia muda umumnya dipicu oleh kombinasi berbagai faktor, terutama tekanan psikologis yang berat, malnutrisi, kekurangan vitamin dan mineral, serta faktor keturunan.

Para pakar psikologi juga menegaskan bahwa paparan trauma berkepanjangan, duka mendalam, dan kecemasan kronis dapat memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh. Dampaknya dapat terlihat pada kondisi kulit, rambut, kualitas tidur, sistem kekebalan tubuh, hingga kesehatan secara keseluruhan.

Meski para ilmuwan menekankan bahwa faktor genetik tetap menjadi salah satu penyebab utama uban dini, kondisi luar biasa yang dialami warga Gaza membuat banyak anak muda meyakini bahwa perang telah meninggalkan jejak yang nyata pada penampilan mereka, jauh sebelum waktunya.

Walaupun belum ada statistik resmi mengenai fenomena uban dini di kalangan pemuda Gaza, sejumlah laporan khusus PBB telah mendokumentasikan memburuknya kesehatan mental penduduk akibat perang dan tekanan berkepanjangan.

Temuan tersebut sejalan dengan hasil berbagai penelitian internasional yang menunjukkan adanya keterkaitan antara tekanan psikologis berat, hilangnya pigmen rambut, dan munculnya uban pada usia dini.

Sementara para peneliti terus mengkaji hubungan antara stres psikologis dan kesehatan rambut, uban yang kian banyak terlihat di kepala anak-anak muda Gaza telah menjadi saksi bisu dari bertahun-tahun tekanan, kehilangan, dan ketidakpastian. Kondisi itu telah mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan pada sebuah generasi yang sejatinya masih berada di puncak masa mudanya. (PIC)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami