Caption: Tangis duka menyelimuti para muslimah Palestina saat pemakaman 10 korban yang tewas akibat serangan zionis di Kota Gaza, 28 Mei 2026. (Omar al-Qattaa/AFP)
GAZA (MEE) – Hamas memperingatkan bahwa kesepakatan gencatan senjata di Gaza berada di ambang kehancuran menyusul meningkatnya agresi udara ‘Israel’ sepanjang bulan ini.
Hamas mengatakan puluhan orang tewas di akhir Mei akibat gelombang pengeboman baru yang menyasar rumah-rumah penduduk.
Pernyataan itu disampaikan setelah agresi udara ‘Israel’ menghantam sebuah bangunan di Kota Gaza pada Rabu (27/5/2026) malam, bertepatan dengan perayaan Idul Adha.
Menurut laporan media setempat, agresi tersebut menewaskan sedikitnya 10 orang, termasuk dua anak-anak dan dua perempuan.
Media zionis ‘Israel’ mengklaim sepihak bahwa agresi itu menargetkan Ezz al-Din Beik, yang disebut sebagai komandan Brigade Gaza Utara Hamas, serta Imad Aslim, yang disebut sebagai wakil komandan Brigade Kota Gaza.
Dalam pernyataannya, Hamas mendesak Amerika Serikat dan negara-negara yang menjadi penjamin kesepakatan gencatan senjata untuk mengambil sikap yang lebih tegas terhadap kejahatan zionis ‘Israel’.
“Pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara penjamin perjanjian harus menjalankan tanggung jawab mereka dengan mengambil sikap yang jelas untuk mengecam pelanggaran yang dilakukan oleh penjajah zionis,” kata Hamas.
Hamas juga memperingatkan bahwa gencatan senjata berada dalam kondisi yang semakin rapuh akibat pelanggaran yang terus berulang.
Hamas menegaskan bahwa langkah-langkah mendesak dan serius harus segera diambil untuk memastikan zionis mematuhi ketentuan perjanjian, yang kini terancam runtuh akibat kejahatan yang terus berlangsung dan pelanggaran yang berulang.
Sehari sebelum Idul Adha, serdadu ‘Israel’ kembali melancarkan serangan terhadap sebuah rumah di Kota Gaza. Serangan tersebut menewaskan Mohammed Odah, yang disebut sebagai pemimpin baru sayap bersenjata Hamas, bersama lima warga sipil lainnya.
Hamas mengonfirmasi gugurnya Mohammed Odah dan menyatakan bahwa ia baru saja ditunjuk sebagai komandan sayap bersenjata kelompok tersebut setelah pendahulunya, Izz ad-Din al-Haddad, tewas dalam serangan dua pekan lalu.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa sedikitnya 906 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 2.700 lainnya terluka akibat agresi ‘Israel’ sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku pada Oktober 2025 lalu.
Secara keseluruhan, agresi ‘Israel’ di Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 72.800 warga Palestina. Ribuan lainnya masih dinyatakan hilang di bawah reruntuhan bangunan yang hancur dan diduga telah meninggal dunia.
Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa jumlah pelanggaran yang dilakukan ‘Israel’ terhadap kesepakatan gencatan senjata telah mencapai sekira 3.000 kasus.
Pelanggaran tersebut tidak hanya mencakup agresi udara dan pembunuhan yang terjadi hampir setiap hari, tetapi juga pembatasan berkelanjutan terhadap masuknya bantuan kemanusiaan, keberangkatan pasien yang membutuhkan perawatan di luar negeri, serta perluasan penguasaan wilayah oleh zionis di Gaza. (MEE)