Beranda / Palestina / Krisis Kesehatan dan Kemanusiaan Meningkat di Gaza Saat Dunia Sibuk Berunding
Kabar Palestina
6 Nov 2025

Krisis Kesehatan dan Kemanusiaan Meningkat di Gaza Saat Dunia Sibuk Berunding

Krisis Kesehatan dan Kemanusiaan Meningkat di Gaza Saat Dunia Sibuk Berunding
Bagikan:

GAZA (PIC) – Kondisi krisis kemanusiaan di Gaza kian menghimpit di tengah kehancuran akibat agresi genosida; dengan infrastruktur runtuh, risiko lingkungan meningkat, dan kondisi kesehatan yang kritis.

Di Khan Yunis, warga memperingatkan bahaya luapan air limbah karena sistem sanitasi lumpuh.

Bantuan kemanusiaan yang masuk hanya memenuhi sekira 30% kebutuhan, sementara UNRWA menampung 75.000 pengungsi dalam bangunan rusak dengan kondisi sangat berat.

PBB menyerukan dibukanya kembali pelintasan untuk memulihkan pasokan pangan dan bantuan.

Sementara itu, 81% bangunan di Gaza dilaporkan dalam kehancuran yang parah. Persenjataan yang belum meledak juga menambah ancaman bagi warga.

Gaza menghadapi “misi kemanusiaan tersulit dalam peperangan modern,” menurut laporan terbaru The Guardian.

Sekira 61 juta ton puing kini menutupi wilayah tersebut, dengan lebih dari 10.000 orang diyakini masih terperangkap—angka yang bisa mencapai 14.000.

Tim penyelamat bekerja hanya dengan sekop dan tangan kosong karena penjajah ‘Israel’ terus mencegah masuknya alat berat.

Selama 16 hari gencatan senjata, tim baru mengevakuasi 472 jenazah. Kerusakan jalan mencapai 77%, dan pembersihan puing diperkirakan memakan waktu beberapa tahun; diperparah oleh ribuan amunisi tak meledak yang telah menyebabkan 147 insiden mematikan sejak 2023.

Di ranah diplomatik, Sekjen PBB António Guterres mengatakan Dewan Keamanan sedang membahas rancangan resolusi AS untuk membentuk pasukan stabilisasi internasional di Gaza, yang dapat beroperasi setidaknya dua tahun.

Namun ia memberikan catatan, bahwa entitas mana pun yang mengelola Gaza harus memiliki “legitimasi PBB”.

Kepala intelijen AS Tulsi Gabbard tiba di wilayah Palestina yang dijajah ‘Israel’ untuk membahas implementasi gencatan senjata dan pengaturan pascaperang, termasuk isu perbatasan Lebanon dan Iran.

Sementara itu, Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat sekitar 200 pelanggaran gencatan senjata oleh ‘Israel’ sejak 10 Oktober, menunjukkan betapa rapuhnya situasi dan semakin memburuknya krisis kemanusiaan di wilayah tersebut. (PIC)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami