Beranda / Palestina / Krisis Oksigen Mencekik RS Nasser, Nyawa Ratusan Pasien Gaza Terancam (#1)
Kabar Palestina
30 Mei 2026

Krisis Oksigen Mencekik RS Nasser, Nyawa Ratusan Pasien Gaza Terancam (#1)

Krisis Oksigen Mencekik RS Nasser, Nyawa Ratusan Pasien Gaza Terancam (#1)
Bagikan:

GAZA (PIC) – Di lorong-lorong Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Gaza Selatan, ketegangan terasa di setiap sudut. Dokter dan perawat terus memantau indikator oksigen dan alat bantu pernapasan, sementara krisis pasokan oksigen semakin memburuk dan mengancam keselamatan ratusan pasien.

Di ruang perawatan bayi, para bayi prematur terbaring di dalam inkubator kaca dengan selang oksigen yang membantu mereka tetap bernapas. Di samping mereka, para ibu hanya bisa menatap cemas layar alat-alat medis, khawatir pasokan oksigen sewaktu-waktu terhenti.

Sementara di unit perawatan intensif (ICU), pasien-pasien kritis bergantung sepenuhnya pada mesin ventilator untuk bertahan hidup. Alarm peringatan akibat menurunnya tekanan oksigen terus berbunyi berulang kali.

Tim medis berupaya keras mencegah gangguan sekecil apa pun yang bisa berujung fatal. Situasi di dalam rumah sakit itu didokumentasikan langsung oleh Anadolu Agency dalam laporan lapangan dari Kompleks Medis Nasser.

Direktur Departemen Teknik dan Pemeliharaan RS Nasser, Ismail Abu Nimer, mengatakan rumah sakit memiliki dua stasiun penyedia oksigen.

Namun, stasiun utama kini tidak lagi berfungsi akibat kerusakan teknis dan habisnya pasokan oli. Sementara stasiun cadangan hanya mampu beroperasi dengan kapasitas terbatas dan terancam berhenti kapan saja.

Di halaman rumah sakit, puluhan tabung oksigen kosong tampak berjajar menunggu diisi ulang. Pemandangan itu menjadi simbol nyata betapa gentingnya kondisi yang dihadapi rumah sakit terbesar yang masih beroperasi di Gaza tersebut.

Kekhawatiran terbesar kini tertuju pada unit-unit sensitif, seperti ICU dan ruang neonatal, yang sepenuhnya bergantung pada suplai oksigen tanpa henti.

Kementerian Kesehatan Gaza sebelumnya berulang kali memperingatkan dampak serius dari pembatasan masuknya obat-obatan, alat kesehatan, perlengkapan medis, dan kebutuhan penting lainnya ke wilayah tersebut.

Menurut otoritas kesehatan Palestina, pembatasan itu membuat rumah sakit kesulitan mempertahankan layanan dasar bagi pasien di tengah kondisi kemanusiaan yang terus memburuk.

Laporan resmi Palestina juga menyebut larangan masuknya suku cadang untuk perbaikan mesin, perangkat medis, dan kendaraan layanan publik telah memperparah situasi.  Akibatnya, banyak fasilitas vital kini berada di ambang lumpuh — termasuk sistem oksigen.

Krisis Oksigen adalah “Vonis Kematian” bagi Ratusan Pasien

Direktur Gedung Anak dan Bersalin RS Nasser, Dr. Ahmed al-Farra, mengatakan rumah sakit saat ini mengalami “kondisi sesak napas perlahan” yang dapat berubah menjadi tragedi besar kapan saja.

Menurutnya, jika krisis oksigen terus berlanjut, nyawa ratusan pasien berada dalam ancaman serius — terutama bayi prematur dan pasien yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU). “Oksigen adalah urat nadi rumah sakit,” kata Al-Farra dalam wawancaranya dengan Anadolu Agency.

Ia menjelaskan bahwa bayi-bayi di inkubator, pasien ICU, hingga ruang operasi sepenuhnya bergantung pada pasokan oksigen untuk bertahan hidup. “Tanpa oksigen, semua unit itu bisa lumpuh dalam hitungan menit,” ujarnya.

Al-Farra memperingatkan bahwa kerusakan stasiun penyedia oksigen bukan sekadar gangguan teknis biasa. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai “bencana nyata” dan bahkan “vonis kematian” bagi ratusan pasien yang tidak memiliki pilihan lain selain bergantung pada alat bantu medis.

Di tengah keterbatasan obat, minimnya peralatan, dan tekanan besar terhadap sistem kesehatan Gaza, krisis oksigen kini menjadi ancaman paling mendesak di rumah sakit-rumah sakit yang masih beroperasi.

Para tenaga medis terus berjuang mempertahankan layanan dengan sumber daya yang semakin menipis. Namun tanpa bantuan dan pasokan darurat, mereka khawatir sistem layanan kesehatan bisa runtuh sepenuhnya.

Al-Farra pun mendesak komunitas internasional untuk segera turun tangan sebelum situasi berubah menjadi tragedi kemanusiaan yang lebih besar. (Bersambung/PIC)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami