Beranda / Palestina / Ledakan Populasi Tikus Menjadi Ancaman Serius di Tenda-tenda Pengungsian Gaza
Kabar Palestina
9 Apr 2026

Ledakan Populasi Tikus Menjadi Ancaman Serius di Tenda-tenda Pengungsian Gaza

Ledakan Populasi Tikus Menjadi Ancaman Serius di Tenda-tenda Pengungsian Gaza
Bagikan:

GAZA (PIC) – Krisis kemanusiaan di Gaza kian memburuk pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kamp-kamp pengungsian kini berubah menjadi lingkungan berbahaya – bukan hanya karena bom dan blokade – tetapi juga akibat ledakan populasi tikus yang menjadi ancaman langsung bagi ribuan keluarga.

Di tengah memburuknya kondisi lingkungan dan minimnya perlindungan, bahaya itu kini hadir setiap hari, bahkan saat orang-orang terlelap.

Salah satu kisah paling mengguncang datang dari Inshirah Hajjaj (68). Perempuan lanjut usia itu terbangun di tendanya di Kamp Arafat, Gaza tengah, dengan kaki berlumuran darah.

Ia baru menyadari bahwa jari-jarinya telah digerogoti tikus saat tidur—tanpa ia rasakan, akibat komplikasi “kaki diabetik” yang dideritanya.

Hajjaj, yang juga merawat suaminya yang mengalami penurunan fungsi otak, hanya bisa pasrah dalam ketakutan.

“Kami hidup bersama tikus. Mereka makan dari apa yang kami makan, dan tidur di tempat kami tidur. Saya takut suatu hari bangun dan kehilangan kaki sepenuhnya,” ujarnya lirih.

Peristiwa ini bukan kejadian tunggal. Ini adalah bagian dari rangkaian peristiwa yang terus berulang di dalam tenda-tenda sempit; tanpa pintu yang layak atau perlindungan memadai.

Ledakan Populasi Tikus

Tikus-tikus berkeliaran bebas di malam hari, berbagi ruang dengan manusia, menciptakan rasa khawatir yang tak pernah benar-benar hilang.

Ancaman itu juga menghantam warga Gaza yang paling rentan. Bayi Adam Al-Ustaz, yang baru berusia 28 hari, menjadi korban gigitan tikus di bagian wajah saat berada di tenda keluarganya di wilayah Al-Maqousi, Gaza barat.

Luka dalam yang dialaminya memerlukan penanganan medis darurat—menambah kekhawatiran akan keselamatan anak-anak di tengah kondisi yang kian memburuk.

Para muhajirin menceritakan keseharian yang mencekam: makanan yang sedikit sering dirusak atau diambil tikus, sementara upaya hewan-hewan itu mendekati tempat tidur—terutama anak-anak—tak pernah berhenti.

Abeer Murad mengaku harus terus mengawasi anak-anaknya, bahkan terkadang membiarkan mereka tetap terjaga, demi menghindari gigitan.

“Tikus bukan lagi sekadar gangguan. Ini ancaman nyata,” kata Khalid Abu Shawish. Ia menilai upaya seadanya yang dilakukan warga tidak cukup untuk mengendalikan penyebaran hama yang kian tak terkendali.

Peringatan Kesehatan terkait Wabah Penyakit

Kementerian Kesehatan Palestina dan para ahli memperingatkan bahwa kondisi Gaza saat ini—dengan tumpukan sampah, puing-puing, dan buruknya sistem sanitasi—menjadi lahan subur bagi penyebaran tikus dan penyakit berbahaya yang mereka bawa.

Menteri Kesehatan Majid Abu Ramadan menyebut, keberadaan tikus meningkatkan risiko wabah berbagai penyakit serius, baik melalui gigitan langsung, urin, kotoran, maupun parasit seperti kutu dan caplak. Di antaranya adalah hantavirus, wabah pes, leptospirosis (demam tikus), salmonella, hingga tularemia.

Lebih dari satu juta warga kini hidup dalam kondisi hunian yang rapuh—di tenda atau ruang terbuka—yang membuat mereka semakin rentan terhadap ancaman kesehatan tersebut.

Di sisi lain, keterbatasan fasilitas medis membuat respons terhadap kasus-kasus darurat menjadi sangat terbatas.

Anak-anak dalam Lingkar Bahaya

Anak-anak menjadi kelompok paling rentan dalam situasi ini. Selain menghadapi ancaman gigitan tikus, mereka juga banyak yang mengalami malnutrisi, imunitas lemah, serta cedera permanen akibat perang. Kombinasi ini membuat mereka jauh lebih mudah terinfeksi penyakit dan mengalami komplikasi serius.

Tim medis melaporkan adanya kasus infeksi akut pada anak-anak akibat gigitan tikus; sementara ketersediaan pengobatan yang memadai semakin sulit, terutama di pusat-pusat medis darurat.

Seruan Mendesak untuk Bertindak

Di tengah situasi yang semakin genting, seruan untuk tindakan cepat terus menguat. WHO dan berbagai lembaga internasional didesak segera turun tangan, dengan menyediakan material pengendali hama, memperkuat langkah pencegahan, memperbaiki pengelolaan limbah, serta menghadirkan lingkungan hunian yang lebih aman bagi para muhajirin.

Para pengamat memperingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa intervensi serius, Gaza berisiko menghadapi bencana kesehatan dan lingkungan berskala besar—yang akan semakin memperparah kesulitan warga dan menambah babak baru dalam krisis kemanusiaan. (PIC)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami