Beranda / Palestina / Penjajah Kembali Bahas Pengusiran Warga Palestina dari Gaza, Dilabeli “Emigrasi Sukarela”
Kabar Palestina
29 Jun 2026

Penjajah Kembali Bahas Pengusiran Warga Palestina dari Gaza, Dilabeli “Emigrasi Sukarela”

Penjajah Kembali Bahas Pengusiran Warga Palestina dari Gaza, Dilabeli “Emigrasi Sukarela”
Bagikan:

Tank-tank dan serdadu ‘Israel’ dikerahkan di dekat pagar pembatas Gaza pada 10 Juni 2026. (Jack Guez/AFP)

GAZA (Middle East Monitor) – Penjajah zionis ‘Israel’ menggelar pertemuan untuk membahas kemungkinan mengusir warga Palestina dari Gaza, meski berbagai upaya serupa sebelumnya berulang kali gagal diwujudkan. Informasi tersebut dilaporkan harian ‘Israel’ Haaretz.

Menurut laporan itu, Kepala Dewan Keamanan Nasional negara palsu ‘Israel’, Shmuel Ben Ezra, menggelar rapat darurat bersama para pejabat pertahanan guna membahas apa yang disebut sebagai upaya “mendorong migrasi sukarela” warga Gaza.

Sejumlah perwakilan dari militer ‘Israel’, badan intelijen domestik Shin Bet, serta badan intelijen luar negeri Mossad turut diundang menghadiri pertemuan tersebut.

Dalam rapat itu, perwakilan Mossad dilaporkan menyampaikan bahwa lembaganya belum menemukan satu pun negara yang bersedia menerima warga Palestina dari Gaza.

Sementara itu, para pejabat pertahanan yang berbicara kepada Haaretz mengaku terkejut dengan urgensi pembahasan tersebut. Mereka menilai isu itu telah berulang kali diangkat pada masa lalu, namun tidak pernah menghasilkan kemajuan yang berarti.

“Hingga saat ini, kami tidak mengetahui adanya satu pun negara di dunia yang bersedia menerima warga Palestina yang memilih meninggalkan Gaza,” kata seorang pejabat.

“Kami juga belum melihat adanya perubahan yang memungkinkan langkah tersebut dilakukan tanpa koordinasi yang rumit antara berbagai pihak internasional,” tambahnya.

Seorang sumber keamanan juga mengatakan kepada Haaretz bahwa tidak dapat dikesampingkan kemungkinan pembahasan kembali isu tersebut merupakan bagian dari “paket kompensasi” yang diberikan Donald Trump kepada Netanyahu setelah tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran.

Seorang anggota Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset mengatakan kepada Haaretz bahwa rencana semacam itu tidak memiliki “kelayakan politik maupun internasional”. Menurutnya, penolakan dari negara-negara Arab serta komunitas internasional menjadi hambatan utama bagi realisasinya.

Gagasan untuk memindahkan secara paksa warga Palestina dari Gaza telah berulang kali mengemuka dalam wacana politik ‘Israel’ sejak Oktober 2023.

Sejumlah tokoh senior zionis, termasuk Netanyahu, “Menteri Pertahanan” Katz, “Menteri Keuangan” Bezalel Smotrich, dan “Menteri Keamanan Nasional” Itamar Ben Gvir, secara terbuka menyatakan dukungan terhadap konsep tersebut. Retorika serupa juga muncul dari sejumlah tokoh di dalam Partai Likud yang dipimpin Netanyahu.

Pada 2025, Katz membentuk direktorat khusus di bawah kementeriannya untuk menangani program yang disebut sebagai “emigrasi sukarela” bagi warga Gaza. Bulan lalu, ia kembali menegaskan bahwa pengusiran penduduk Palestina akan dilakukan pada waktu yang dianggap tepat.

Sementara itu, survei yang dilakukan Jewish People Policy Institute tahun lalu menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen pemilih Partai Likud mendukung gagasan mengusir warga Palestina dari tanah air mereka.

“Mereka Semua Harus Diusir”

Di wilayah Palestina terjajah, dukungan terhadap pengusiran warga Palestina tidak hanya terbatas pada wilayah Gaza.

Anggota parlemen dari Partai Likud, Nissim Vaturi, mengatakan kepada Channel 14 News pada Selasa bahwa warga Yahudi ‘Israel’ “tidak akan bisa hidup damai di sini sampai kita mengusir semua orang Arab dari wilayah ini”, merujuk pada Tepi Barat yang dijajah ‘Israel’.

“Tidak boleh ada orang Arab sama sekali di sana,” ujar Vaturi, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Knesset.

Ia juga menyerukan penguatan permukiman ilegal Yahudi di Yudea dan Samaria—istilah yang digunakan zionis untuk menyebut Tepi Barat.

Menurut Wakil Ketua Knesset tersebut, kini saatnya membahas “ke mana orang-orang Arab harus dipindahkan dan di mana orang-orang Yahudi harus ditempatkan”.

“Itulah yang harus dilakukan untuk memperkuat ‘Israel’. Tidak ada cara lain; mereka semua harus diusir dari sini,” kata Vaturi, merujuk pada warga Palestina.

Ini bukan kali pertama politikus Partai Likud itu secara terbuka menyuarakan dukungannya terhadap pengusiran warga Palestina. Pada November lalu, ia menyatakan bahwa Meir Kahane—rabi ultranasionalis yang menyerukan pengusiran warga Palestina dari ‘Israel’—adalah sosok yang benar.

Vaturi juga pernah menyatakan bahwa ‘Israel’ perlu “memisahkan anak-anak dan perempuan, lalu membunuh orang-orang dewasa di Gaza”. Setelah serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober, ia juga menyerukan agar “Gaza dibakar.” (Middle East Eye)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami