GAZA (PIC) – PBB memperingatkan bahwa akses bantuan ke wilayah Gaza masih sangat dibatasi oleh penjajah ‘Israel’ meski gencatan senjata berlangsung.
OCHA melaporkan kebutuhan kemanusiaan masih sangat besar; dengan proses masuknya bantuan berjalan lambat dan hanya melalui dua pelintasan tanpa akses langsung ke Gaza utara maupun selatan.
Lebih dari 37.000 metrik ton bantuan—sebagian besar makanan—telah terhimpun, namun sejumlah barang penting dan petugas lembaga kemanusiaan masih dilarang masuk.
Situasi di lapangan semakin genting: mayoritas muhajirin bertahan di lokasi sementara yang padat dan tidak aman, sementara produksi pangan lokal hampir lumpuh.
Hanya 13% lahan pertanian yang tidak rusak, namun sebagian besar tidak dapat diakses karena kehadiran militer penjajah.
Analisis PBB menemukan hingga 89% infrastruktur pertanian – termasuk rumah kaca, sumur, dan pohon zaitun – rusak atau hancur.
Sejak Oktober 2023, serangan penjajah ‘Israel’ telah menewaskan hampir 69.000 warga Gaza dan melukai lebih dari 170.600 orang. (Middle East Monitor)