GAZA (PIC) – Seorang perempuan lanjut usia dan putranya tewas ditembak serdadu zionis pada Sabtu (6/12/2025) malam di lingkungan az-Zeitoun, Kota Gaza.
Total warga sipil yang tewas di wilayah Gaza sejak Sabtu (6/12/2025) pagi menjadi enam orang.
Menurut media dan sumber medis, jenazah perempuan lansia dan putranya tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Al-Ahli Arab di Kota Gaza.
Perempuan itu dan putranya sedang berjalan kaki menuju Rumah Sakit Al-Ahli untuk mendapatkan pelayanan medis. Saat itu, mereka diserang oleh serdadu zionis.
Menurut sumber medis, rumah sakit di Gaza menerima jenazah delapan orang hari Sabtu; dua di antaranya tewas di Bayt Lahia, satu di Jabalia, dan dua di Kota Gaza.
Seorang warga negara lainnya meninggal dunia akibat luka-luka yang diderita akibat serangan penjajah sebelumnya. Sementara jenazah dua orang yang gugur telah ditemukan dan dievakuasi.
Kementerian Kesehatan Gaza, Sabtu (6/12/2025), mengungkapkan jumlah korban tewas akibat agresi genosida zionis Gaza, yang dimulai pada 7 Oktober 2023, telah melonjak menjadi 70.354 jiwa.
Kementerian menambahkan bahwa jumlah total korban luka juga melonjak menjadi 171.030 orang.
Dalam laporan hariannya, Kementerian menyatakan bahwa rumah sakit telah menerima jenazah enam warga sipil serta 15 orang luka-luka selama 48 jam terakhir.
Sejak perjanjian gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025, setidaknya 367 warga Palestina telah tewas, 953 lainnya luka-luka, dan 624 jenazah korban telah ditemukan.
Bunuh Dua Pemuda Baitul Maqdis di Kota Al-Khalil
Dua pemuda Baitul Maqdis gugur pada Ahad (7/12/2025) dini hari setelah serdadu penjajah menembaki sebuah kendaraan di daerah Bab al-Zawiya, Kota al-Khalil.
Penjajah mengklaim sepihak bahwa para pemuda tersebut melakukan serangan dengan menabrakkan mobil dan melukai salah satu serdadunya di area tersebut.
Sumber-sumber setempat mengatakan bahwa penjajah menghujani sebuah kendaraan di area itu dengan peluru, yang menewaskan dua pemuda Palestina seketika.
Militer zionis kemudian menutup area tersebut dan mencegah kru ambulans mencapai lokasi kejadian, sebelum menyita salah satu jenazah.
Bulan Sabit Merah melaporkan bahwa kru ambulansnya dilarang oleh penjajah untuk mendekati para korban guna mengevakuasi mereka atau memberikan pertolongan pertama.
Salah satu warga yang gugur diketahui bernama Ziyad Abu Dawoud, 53 tahun, seorang pegawai kota di al-Khalil.
Saksi mata dan sumber-sumber setempat menegaskan bahwa semua serdadu zionis di lokasi kejadian berada di balik blok-blok beton.
Mereka mengatakan kendaraan yang dikemudikan warga Palestina tidak menimbulkan bahaya terhadap serdadu penjajah. Namun penjajah justru membunuh kedua pemuda Palestina tersebut. (PIC)