Beranda / Palestina / Penjajah Zionis Mengaku Tembaki Kendaraan yang Mengangkut Hind Rajab
Kabar Palestina
28 Agu 2026

Penjajah Zionis Mengaku Tembaki Kendaraan yang Mengangkut Hind Rajab

Penjajah Zionis Mengaku Tembaki Kendaraan yang Mengangkut Hind Rajab
Bagikan:

Hind Rajab, 5 tahun, tewas ditembak serdadu ‘Israel’ pada Februari 2024 bersama enam anggota keluarganya dan dua paramedis. (Tangkapan layar/X)

PALESTINA (Middle East Eye) – Militer penjajah ‘Israel’ mengakui telah menembaki kendaraan yang membawa Hind Rajab, 5 tahun, bersama keluarganya di Kota Gaza. Militer menyatakan akan membuka penyelidikan pidana atas kematian sembilan orang dalam insiden pada 29 Januari 2024, termasuk Hind.

Saat itu, Hind sempat selamat setelah kendaraan yang ditumpanginya bersama keluarga dihantam gempuran ‘Israel’ yang menewaskan beberapa anggota keluarganya. Ia kemudian menerima telepon dari Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) dan meminta petugas medis datang menyelamatkannya.

Setelah berkoordinasi dengan militer ‘Israel’, PRCS mengirim ambulans ke lokasi. Namun, ambulans tersebut ditembaki hingga menewaskan dua paramedis, Yousef Zeino dan Ahmed al-Madhoun. Dua belas hari kemudian, jenazah Hind, enam anggota keluarganya, dan kedua paramedis ditemukan.

PRCS menyatakan serdadu ‘Israel’ “sengaja menargetkan ambulans saat tiba di lokasi”, meski misi penyelamatan sebelumnya telah dikoordinasikan.

Detik-detik Terakhir Hind

Ibunda Hind, Wissam Rajab, mengatakan kepada Middle East Eye bahwa keluarganya terpisah saat berusaha melarikan diri dari kawasan yang digempur hebat.

Karena cuaca buruk, Wissam memasukkan Hind ke dalam kendaraan bersama pamannya, istri sang paman, dan anak-anak mereka. Anggota keluarga lainnya melarikan diri dengan berjalan kaki.

Setelah mendengar suara tembakan, keluarga tersebut menghubungi Bulan Sabit Merah untuk melaporkan bahwa kendaraan mereka sedang ditembaki.

Wissam awalnya mengira seluruh penumpang telah tewas. Namun, ia kemudian menerima telepon dari sepupu Hind, Layan Hamadeh, 15 tahun.

“Hind dan aku terluka, seluruh keluargaku sudah tewas. Aku tidak ingin mati. Tolong panggil ambulans untuk menyelamatkan kami. Aku takut. Tank-tank itu hanya 500 meter dari tempatku,” kata Layan.

Sambungan terputus. Saat Wissam menelepon kembali, Hind menjawab: “Aku masih hidup, tetapi Layan telah syahid. Ibu, aku takut, mereka semua sudah meninggal. Datang dan jemput aku.”

PRCS kemudian mengirim Zeino dan al-Madhoun untuk menyelamatkan Hind. Keduanya mengatakan akan tiba sekitar 15 menit kemudian. Namun, komunikasi kembali terputus dan tim kehilangan kontak.

PRCS kemudian merilis rekaman audio percakapan terakhir dengan Hind. Di tengah suara rentetan tembakan, terdengar permintaan terakhirnya: “Aku takut gelap. Datang dan jemput aku.”

Menurut ibunya, Hind juga berkata: “Jangan tinggalkan aku. Aku kedinginan, lapar, dan takut.”

Militer ‘Israel’ Buka “Penyelidikan”

Kematian Hind memicu kecaman luas dan menjadi sorotan media internasional. Militer ‘Israel’ menyatakan penyelidikan pidana akan dilakukan oleh Divisi Investigasi Kriminal Polisi Militer, lembaga yang menangani dugaan pelanggaran oleh personel militer.

“Karena diduga terdapat kegagalan dalam koordinasi pergerakan ambulans Bulan Sabit Merah Palestina, diputuskan untuk memulai penyelidikan pidana atas insiden tersebut,” kata militer ‘Israel’.

Saat insiden terjadi, militer ‘Israel’ menyatakan tidak berada di kawasan Tel al-Hawa, Kota Gaza. Namun, sejumlah laporan media menyebut keberadaan tank ‘Israel’ di kawasan tersebut.

Militer ‘Israel’ juga sebelumnya menyatakan telah “melancarkan serangkaian operasi terhadap target teror” di sejumlah wilayah, termasuk Tel al-Hawa. Pernyataan itu kemudian dihapus dari situs resminya.

Kisah pembunuhan Hind juga diangkat dalam film The Voice of Hind Rajab, yang tahun ini masuk nominasi Oscar.

Militer ‘Israel’ turut mengumumkan penyelidikan pidana atas kematian 15 pekerja bantuan kemanusiaan di Tel al-Sultan, Gaza Selatan, pada Maret 2025.

Namun, dalam tiga kasus lain, militer menyatakan “tidak terdapat kecurigaan yang masuk akal atas pelanggaran pidana.” Kasus tersebut meliputi kematian dua pekerja Doctors Without Borders (MSF) pada November 2023, dua pekerja MSF lainnya pada Februari 2024, dan tujuh pekerja World Central Kitchen pada April 2024.

Sejak Oktober 2023, ketika perang ‘Israel’ di Gaza dimulai, serangan militer ‘Israel’ telah menewaskan lebih dari 73 ribu warga Palestina dan melukai lebih dari 174 ribu lainnya. (Middle East Eye)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami