BAITUL MAQDIS (PIC) – Serdadu penjajah zionis mengusir para jamaah dari sebuah masjid di Kota Baitul Maqdis pada Ahad (1/3/2026) malam.
Penjajah melarang mereka melaksanakan shalat Isya serta tarawih, di tengah keputusan penjajah memperpanjang status “darurat nasional” selama 12 hari ke depan.
Menurut sumber-sumber lokal, serdadu ‘Israel’ menyerbu Masjid Syaikh Lulu sesaat sebelum adzan Maghrib. Aparat memerintahkan para jamaah meninggalkan lokasi dan melarang seluruh bentuk shalat berjamaah, termasuk tarawih yang merupakan bagian penting ibadah Ramadhan.
Langkah tersebut dinilai warga Palestina sebagai bagian dari pembatasan berkelanjutan terhadap tempat-tempat ibadah di Baitul Maqdis terjajah.
Insiden ini juga bertepatan dengan penutupan Masjidil Aqsha yang telah berlangsung selama dua hari berturut-turut di bawah dalih “darurat”.
Sejak Sabtu malam, penjajah ‘Israel’ menutup sepenuhnya kompleks masjid tersebut dan memaksa para jamaah segera meninggalkan area setelah diumumkannya langkah darurat.
Selain itu, serdadu penjajah memberlakukan pembatasan ketat di seluruh kawasan Kota Tua, termasuk di pintu-pintu masuknya.
Pembatasan ini semakin mempersempit ruang gerak warga dan akses menuju lokasi-lokasi keagamaan, di tengah situasi keamanan yang terus memanas.
Sementara itu, media ‘Israel’ melaporkan bahwa penjajah memperpanjang status darurat nasional hingga 12 Maret. Melalui perintah “darurat” ini, ‘Israel’ memperoleh ruang yang lebih luas dalam mengendalikan situasi di Palestina terjajah. (PIC)