Beranda / Uyghur / Sikap Agresif Penjajah China Terekam Kamera
Kabar Uyghur
23 Feb 2026

Sikap Agresif Penjajah China Terekam Kamera

Sikap Agresif Penjajah China Terekam Kamera
Bagikan:

DEN HAG, BELANDA (East Turkistan Press/ Istiqlal TV) – Dalam sebuah perayaan Festival Musim Semi yang diselenggarakan oleh perwakilan diplomatik China di Belanda, aktivis Uighur Abdurrehim Gani dilaporkan mendapat intervensi saat melakukan aksi protes damai menentang kebijakan China di Turkistan Timur.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Kedutaan Besar China di Den Haag menggelar acara perayaan Festival Musim Semi di sebuah gedung pemerintahan di kota tersebut pada 14 Februari. Abdurrehim Gani, yang dikenal luas atas kritik-kritiknya terhadap kebijakan China di Turkistan Timur, memasuki area acara sambil membawa spanduk bergambar bendera dan peta Turkistan Timur bertuliskan “Kemerdekaan Turkistan Timur adalah satu-satunya jaminan keselamatan bagi bangsa Uighur”, seraya meneriakkan slogan-slogan.

Menurut kesaksian para saksi mata, aktivis tersebut mendapat intervensi dari petugas keamanan dan sejumlah pejabat China saat aksi berlangsung. Disebutkan bahwa spanduknya dirampas dan Gani dikeluarkan dari area acara secara paksa melalui kontak fisik. Rekaman kejadian tersebut menyebar dengan cepat di media sosial dan memicu beragam reaksi dari berbagai pihak.

Akan Menempuh Jalur Hukum dan Memperjuangkan Haknya

Abdurrehim Gani dalam pernyataannya menyebutkan bahwa ia telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian setempat, dan bahwa aspek hukum dari perampasan spanduk serta tindakan fisik yang dialaminya sedang dalam proses pengkajian. Pihak kepolisian dilaporkan telah memberikan informasi bahwa tindakan-tindakan tersebut berpotensi merupakan pelanggaran pidana, dan bahwa jalur hukum terbuka untuk ditempuh. Gani pun mengumumkan akan memulai proses hukum dan memperjuangkan hak-haknya.

Insiden ini kembali mengangkat ke permukaan tuduhan-tuduhan mengenai tekanan dan intimidasi yang dilakukan China terhadap diaspora Uighur di luar negeri. Dalam berbagai laporan internasional yang diterbitkan beberapa tahun belakangan, terdapat penilaian-penilaian terkait aktivitas tekanan lintas batas, pengawasan, dan intimidasi yang dilakukan China.

Diketahui bahwa aksi protes serupa juga pernah terjadi di Belanda pada tahun 2024, ketika para aktivis Uighur berupaya menyuarakan penentangan mereka terhadap kebijakan China.


Muhammed Ali Atayurt, Koordinator Siaran Turki Istiqlal TV, memberikan penilaian sebagai berikut:

“Insiden yang terjadi di Belanda ini bukan sekadar persoalan intervensi terhadap sebuah aksi protes. Yang sesungguhnya perlu mendapat perhatian adalah bahwa sebagian besar warga Uighur yang tinggal di berbagai negara masih memiliki keluarga yang berada di bawah kendali langsung China, dan mereka yang memperjuangkan hak-haknya dibungkam dengan kekerasan dan segala bentuk penindasan. Banyak orang Uighur seperti Abdurrehim Gani menghadapi risiko tekanan dan ancaman melalui ikatan-ikatan kemanusiaan paling mendasar yang mereka miliki. Namun sejarah telah berulang kali membuktikan bahwa kehendak rakyat Uighur tidak dapat ditaklukkan dengan kesewenang-wenangan. Sesungguhnya landasan dari sikap ini adalah pemahaman ‘Demi engkau, wahai Rasulullah, aku rela mengorbankan ayah dan ibuku.’ Itulah mengapa, meski dihadapkan pada upaya intimidasi dan penakutan, sikap mulia yang tidak pernah mundur di hadapan tekanan kebatilan — yaitu tuntutan kami akan kebenaran dan pencarian keadilan — tidak akan pernah bisa dibungkam dan tidak akan pernah berubah.” (ADR)



Keluarga kita muslim Uyghur masih menghadapi aksi represi dan intimidasi penjajah yang hendak menghapus peradaban iman dan kebudayaan mereka. Mari dukung mereka untuk terus bertahan dan menyuarakan kebenaran. Kuatkan mereka melalui program Ifthar Satu Garis Depan KITA:

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami