GAZA (Middle East Eye) – Kampanye digital bertagar #TheyLiedToYou (Mereka Berbohong kepada Anda) diluncurkan pada 16 Juli untuk kembali menarik perhatian dunia terhadap genosida yang terus berlangsung di Gaza.
Kampanye tersebut menantang anggapan bahwa kesepakatan gencatan senjata pada Oktober 2025 telah mengakhiri agresi zionis ‘Israel’ di wilayah tersebut.
Kampanye ini bermula dari Gaza dan dengan cepat menjadi viral secara global di platform X dan Instagram melalui tagar berbahasa Inggris #TheyLiedToYou maupun tagar Arab #كذبوا_عليكم.
Melalui video, foto, dan kesaksian langsung, warga Palestina membagikan kondisi terkini di Gaza yang masih dilanda pemboman, kelaparan, serta penyebaran penyakit. Mereka menegaskan bahwa krisis kemanusiaan di wilayah itu justru semakin memburuk.
“Mereka membuat Anda percaya bahwa perang telah berakhir. Padahal perang hanya berakhir di rage Anda,” kata jurnalis Gaza, Hani Aburezeq, dalam sebuah video yang diunggah di Instagram.
“Pada kenyataannya, warga Gaza masih dibunuh, terusir dari rumah mereka, dan tempat tinggal mereka terus dihancurkan.” Di media sosial, banyak pengguna turut menyuarakan pesan serupa.
Menanggapi unggahan tentang seorang anak Palestina yang kehilangan seluruh keluarganya akibat agresi ‘Israel’, seorang pengguna X menulis:
“Mereka berbohong kepada Anda. Gaza dibantai dalam keheningan di depan mata dunia yang juga memilih diam. Gaza bukan berada di luar ragedy, melainkan di luar sorotan media yang sengaja meminggirkannya.”
Dalam video lain yang beredar luas, seorang anak di Gaza mengatakan: “Mereka berbohong kepada Anda. Pembantaian masih terjadi. Serangan masih berlangsung setiap hari.”
Ribuan Pelanggaran Gencatan Senjata
Kantor Media Pemerintah Gaza pada Ahad (20/7/2026) menyatakan bahwa zionis ‘Israel’ telah melakukan 3.795 pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata sejak Oktober lalu.
Menurut data otoritas Gaza, sedikitnya 1.168 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata mulai berlaku.
Di dunia maya, pengguna media sosial terus membagikan rekaman kehancuran di berbagai wilayah Gaza sebagai bentuk dukungan terhadap seruan warga yang menegaskan bahwa perang belum benar-benar berhenti.
Sebagian pengguna juga menyoroti bagaimana perhatian dunia internasional beralih ke perhelatan Piala Dunia FIFA yang berlangsung selama sebulan terakhir.
“Mereka menciptakan tontonan besar untuk mengalihkan perhatian Anda dari ragedy yang sedang terjadi,” tulis seorang pengguna X.
Korban Terus Berjatuhan
Sementara itu, agresi ‘Israel’ di Gaza masih terus memakan korban jiwa. Menurut kantor berita Palestina, WAFA, sedikitnya dua warga Palestina tewas dan 16 lainnya terluka, sebagian besar anak-anak, dalam agresi ‘Israel’ yang menargetkan Rumah Sakit Al-Yaman Al-Saeed di Kamp Pengungsi Jabalia, Gaza Utara, pada Senin (20/7/2026).
Sumber medis juga melaporkan seorang warga Palestina tewas dalam serangan lain yang menghantam sebuah sepeda listrik di dekat kawasan Al-Zawaida, Gaza tengah.
Kementerian Kesehatan Gaza pada Selasa (21/7/2026) menyebutkan bahwa sejak 7 Oktober 2023, sedikitnya 73.293 warga Palestina tewas dan 173.960 lainnya terluka di seluruh wilayah Gaza.
Selain itu, ribuan orang lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga meninggal dunia di bawah reruntuhan atau di lokasi yang belum dapat dijangkau tim penyelamat. (*)