PALESTINA (Middle East Monitor) – Forum Media Palestina memuji sejumlah lembaga penyiaran internasional yang memilih memboikot ajang Eurovision Song Contest. Langkah ini disebut sebagai bentuk keberpihakan pada “kebenaran dan kemanusiaan” di tengah agresi genosida ‘Israel’ di Gaza.
Dalam pernyataannya, forum tersebut menyambut keputusan penyiar dari Irlandia dan Slovenia. Mereka menilai langkah itu sebagai upaya menantang penggunaan panggung hiburan global untuk mengalihkan perhatian dari situasi kemanusiaan di Gaza.
Keputusan penyiar nasional Irlandia untuk memboikot penuh Eurovision—termasuk tidak menayangkan acara tersebut—dinilai sebagai “pesan politik dan etis yang tegas”. Menurut forum, sikap ini mencerminkan penolakan publik terhadap upaya menutupi realitas di Gaza melalui platform budaya.
Sementara itu, Radiotelevizija Slovenija mendapat apresiasi karena memilih mengganti tayangan Eurovision dengan film dokumenter dan liputan khusus tentang Palestina. Forum menyebut langkah ini sebagai alternatif yang profesional dan beretika, yang menempatkan realitas kemanusiaan di atas hiburan.
Forum Media Palestina juga menilai keputusan-keputusan tersebut sebagai bagian dari respons internasional yang lebih luas.
Gelombang ini mencakup aksi protes di sejumlah ibu kota Eropa, mundurnya artis dan juri, hingga penolakan sebagian organisasi media untuk menyiarkan acara tersebut sebagai bentuk penentangan terhadap partisipasi zionis ‘Israel’.
Diwartakan, Eurovision 2026 menghadapi boikot besar-besaran karena keikutsertaan ‘Israel’; di mana lebih dari 1.000 seniman dunia menolak partisipasi negara tersebut akibat agresi genosida di Gaza. (Middle East Monitor)