GAZA (PIC) – Gerakan Hamas, Jum’at (30/1/2026), menyerukan mediator dan negara-negara penjamin gencatan senjata untuk segera menekan ‘Israel’ agar menghentikan serangan berkelanjutan terhadap Jalur Gaza.
Hamas memperingatkan bahwa pengeboman dan berbagai serangan yang terus berlangsung merupakan eskalasi berbahaya serta pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata.
Dalam pernyataan tertulis, Hamas menyebut serangan artileri zionis di berbagai wilayah Gaza dan operasi pembongkaran sebagai tindakan terorisme.
Aksi tersebut mencerminkan pengabaian terang-terangan ‘Israel’ terhadap gencatan senjata dan penolakannya untuk memenuhi kewajiban yang telah disepakati.
Hamas menyoroti serangan udara terbaru di timur kamp pengungsi al-Maghazi, Gaza tengah, pada Jum’at (30/1/2026) dini hari, yang menewaskan dua pemuda.
Serangan lain juga dilaporkan menargetkan tenda pengungsi di kawasan al-Mawasi, menyebabkan sejumlah warga sipil terluka, termasuk seorang perempuan hamil.
Kelompok tersebut kembali mendesak mediator dan negara-negara sponsor gencatan senjata untuk mengambil tanggung jawab penuh.
Yakni dengan menghentikan aksi brutal gembong zionis Benjamin Netanyahu, serta memberikan tekanan serius guna mencegah upaya menggagalkan kesepakatan (gencatan senjata). Terutama menghentikan serangan berulang terhadap warga Palestina.
Hamas juga menuntut transisi segera ke fase kedua gencatan senjata, termasuk pembukaan perlintasan Rafah dua arah dan pengaktifan komite nasional di Gaza.
Seruan ini disampaikan di tengah laporan bahwa zionis terus melanggar gencatan senjata selama 112 hari berturut-turut, dengan dua warga Palestina tewas di al-Maghazi dan enam lainnya terluka dalam serangan di al-Mawasi. (PIC)