Beranda / Palestina / Bulan Sabit Merah Turkiye Terus Berupaya Maksimal Salurkan Tanda Cinta untuk Gaza
Kabar Palestina
28 Agu 2026

Bulan Sabit Merah Turkiye Terus Berupaya Maksimal Salurkan Tanda Cinta untuk Gaza

Bulan Sabit Merah Turkiye Terus Berupaya Maksimal Salurkan Tanda Cinta untuk Gaza
Bagikan:

Bulan Sabit Merah Turkiye menyalurkan daging kurban yang telah dihimpun dan dikemas dalam bentuk makanan kaleng untuk warga Palestina di Deir al-Balah, Gaza, 29 Oktober 2025. [Anas Zeyad Fteha – Anadolu Agency]

TURKIYE (Middle East Monitor) – Bulan Sabit Merah Turki terus mengoperasikan bantuan kemanusiaan untuk Gaza. Mereka terus berupaya memastikan bantuan dari Turkiye dapat menembus dan menjangkau warga yang membutuhkan, kata Presiden Bulan Sabit Merah Turkiye Fatma Meric Yilmaz, Selasa, seperti dilaporkan Anadolu.

Berbicara di gudang Bulan Sabit Merah Mesir di El-Arish, Yilmaz mengatakan organisasinya telah menjalankan berbagai misi kemanusiaan di Gaza sejak 2023 dan terus memantau penyaluran bantuan dari Turkiye.

Kapal bantuan terbaru yang diberangkatkan pada pekan pertama Ramadhan membawa pasokan setara sekitar 400 truk bantuan. Namun, bantuan itu sempat dikembalikan dari sejumlah pelintasan karena berbagai alasan, sebelum akhirnya diturunkan di gudang-gudang El-Arish.

Kini, sekira 15 truk bantuan dari Turkiye dapat memasuki Gaza setiap hari. “Bantuan yang dikirim Turkiye ke sini segera diarahkan masuk ke Gaza,” ujar Yilmaz.

Ia menekankan pentingnya koordinasi Bulan Sabit Merah Mesir dalam memastikan bantuan dapat disalurkan. Dalam sejumlah kasus, barang tertentu harus dikeluarkan dari paket sebelum kemasan ditutup kembali agar dapat dikirim ke Gaza.

Yilmaz juga mengapresiasi para relawan Bulan Sabit Merah Mesir yang terlibat dalam proses tersebut.

Operasi Kemanusiaan Berlanjut di Gaza

Penyaluran bantuan dari luar Gaza bukan satu-satunya upaya yang dilakukan Bulan Sabit Merah Turkiye. Melalui personel dan delegasinya di lapangan, organisasi ini terus memberikan bantuan langsung kepada warga Gaza.

Tiga dapur umum dioperasikan untuk menyediakan 30.000 makanan siap santap setiap hari, dengan biaya operasi sekira 100 juta lira per bulan.

Menurut Yilmaz, makanan siap santap sangat dibutuhkan, terutama oleh warga yang tidak mampu memasak sendiri. Jenis bantuan juga terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Ketika pasokan dari luar Gaza tersendat, Bulan Sabit Merah Turki berupaya memperoleh paket pangan dari dalam wilayah tersebut untuk kemudian dibagikan kepada warga.

Selain pangan, organisasi ini mendistribusikan sekitar 100 ton air minum setiap hari, menjalankan dukungan psikososial terutama bagi anak-anak, serta memberikan bantuan kesehatan. Bulan Sabit Merah Turki juga meluncurkan proyek prostetik bagi warga yang kehilangan anggota tubuh akibat agresi zionis.

“Kami Menjalankan Amanah Rakyat Turki”

Yilmaz mengatakan masyarakat Turki tetap menunjukkan kepedulian tinggi terhadap krisis kemanusiaan di Gaza. Karena itu, Bulan Sabit Merah Turki berkomitmen memastikan bantuan yang dipercayakan masyarakat benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. “Kami menjalankan amanah yang dipercayakan rakyat Turki kepada kami,” ujar Yilmaz.

Organisasi tersebut memantau seluruh rantai bantuan. Mulai dari pengiriman pasokan melalui kapal hingga mengubah donasi tunai menjadi makanan siap santap, air minum, mainan, dan perlengkapan kebersihan.

Yilmaz menegaskan, Bulan Sabit Merah Turki akan terus bekerja agar Gaza tidak dilupakan dan ujian yang dihadapi warganya tetap menjadi perhatian dunia. “Kami melakukan segala yang kami bisa dan akan terus melakukannya,” tegasnya.

Empat Warga Gaza Gugur

Empat warga Palestina gugur dan beberapa lainnya terluka akibat serangan baru ‘Israel’ di Gaza, Selasa (25/8/2026). Sementara tiga orang lainnya meninggal dunia akibat luka yang dialami dalam serangan sebelumnya.

Menurut sumber setempat, Amir al-Kadsh (23 tahun) tewas dan empat orang lainnya terluka akibat serangan pesawat nirawak (drone) Israel di kawasan al-Mawasi, Khan Yunis, Gaza selatan.

Tiga korban tambahan dinyatakan meninggal dunia, Selasa (25/8/2026), akibat luka parah yang diderita dalam serangan terpisah oleh penjajah ‘Israel’ beberapa hari terakhir.

Dua warga juga terluka akibat tembakan zionis di Kota Hamad, sebelah utara Khan Yunis di Gaza selatan.

Seorang gadis muda mengalami luka tembak serius ketika serdadu penjajah melepaskan tembakan ke arahnya di Deir al-Balah, Gaza tengah.

Pada malam harinya, tiga warga sipil tewas dan beberapa lainnya terluka ketika pesawat zionis menargetkan rumah keluarga al-Arr di dekat Sekolah Abu Hussein di kamp pengungsi Jabalia, Gaza utara.

Sementara itu, aktivitas militer yang meluas—termasuk insiden penembakan, serangan artileri, dan penghancuran bangunan—dilaporkan terjadi di seluruh wilayah Gaza hari ini.

Senin (24/8/2026), serangan ‘Israel’ menewaskan enam warga dan melukai beberapa lainnya. Sementara dua korban meninggal dunia akibat luka yang diderita sebelumnya. (Middle East Monitor|PIC)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami