Beranda / Palestina / Dampak Gonosida Zionis: Jumlah Perempuan yang Kehilangan Suami Melonjak, Tingkat Pengangguran Kian Parah
Kabar Palestina
12 Mar 2026

Dampak Gonosida Zionis: Jumlah Perempuan yang Kehilangan Suami Melonjak, Tingkat Pengangguran Kian Parah

Dampak Gonosida Zionis: Jumlah Perempuan yang Kehilangan Suami Melonjak, Tingkat Pengangguran Kian Parah
Bagikan:

RAMALLAH (PIC) – Data terbaru dari Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS) menunjukkan bahwa hingga akhir 2025, perempuan mencapai sekitar 49 persen dari total populasi Palestina, yakni sekira 2,74 juta orang.

PCBS merinci bahwa sekitar 1,69 juta perempuan tinggal di Tepi Barat dan sekitar 1,06 juta lainnya berada di Gaza. Lembaga statistik tersebut menegaskan bahwa besarnya jumlah ini mencerminkan peran penting perempuan dalam kehidupan sosial Palestina.

Namun agresi yang terus berlangsung membawa dampak mendalam bagi mereka. Data PCBS mencatat, sejak pecahnya agresi genosida di Gaza, sebanyak 22.057 perempuan kehilangan suami mereka dan menjadi janda. Situasi ini turut mengubah struktur keluarga di wilayah tersebut.

Sebelum agresi, sekira 12 persen rumah tangga dipimpin oleh perempuan. Kini, selama periode agresi, jumlah itu meningkat menjadi sekitar 18 persen, menandakan semakin banyak perempuan yang harus menjadi tulang punggung keluarga di tengah kondisi yang sulit.

Dampak perang juga terasa kuat di sektor ketenagakerjaan. Pada 2025, tingkat partisipasi perempuan dalam angkatan kerja di Gaza hanya 17 persen. Sementara itu, partisipasi laki-laki justru merosot tajam dari 63 persen menjadi 31 persen akibat situasi perang.

Tingkat pengangguran di Gaza juga sangat tinggi. Sebanyak 92 persen perempuan tidak memiliki pekerjaan, dibandingkan dengan 81 persen laki-laki.

Di Tepi Barat, partisipasi perempuan dalam angkatan kerja tercatat sekitar 19 persen, jauh di bawah laki-laki yang mencapai 72 persen. Tingkat pengangguran perempuan di wilayah ini mencapai 27 persen, hampir setara dengan laki-laki yang berada di angka 28 persen.

Data terbaru PCBS menunjukkan lonjakan tajam angka pengangguran di kalangan pemuda berusia 19 hingga 29 tahun yang memiliki diploma menengah atau pendidikan lebih tinggi. Tingkat pengangguran kelompok ini mencapai 79 persen.

Ketimpangan antara laki-laki dan perempuan terlihat jelas. Pengangguran di kalangan perempuan muda mencapai 86 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang berada di angka 70 persen. Angka tersebut mencerminkan kesenjangan ekonomi yang semakin melebar.

Krisis juga terasa berat di sektor kesehatan. Data PCBS menunjukkan sekitar 94 persen fasilitas layanan kesehatan di Gaza mengalami kerusakan atau hancur akibat konflik.

Dalam kondisi sistem kesehatan yang lumpuh itu, sekitar 37.000 perempuan hamil dan menyusui menghadapi kekurangan gizi akut selama periode Oktober 2023 hingga Oktober 2025.

Situasi ini berdampak langsung pada keselamatan ibu. Indikator kesehatan mencatat lonjakan tajam angka kematian ibu, yang mencapai 145 kasus per 100.000 kelahiran hidup pada 2024. Angka ini meningkat drastis dibandingkan 17,4 kasus pada 2022, menjadi tanda serius memburuknya layanan kesehatan bagi perempuan.

Masalah kesehatan lain yang mengkhawatirkan adalah kanker payudara. Penyakit ini menyumbang sekitar 30 persen dari seluruh kasus kanker pada perempuan di Gaza, dengan tingkat kejadian sekitar 29 kasus per 100.000 perempuan.

Kondisi tersebut diperparah oleh terhentinya layanan deteksi dini dan pengobatan kanker selama lebih dari dua tahun, membuat banyak perempuan kehilangan kesempatan mendapatkan penanganan medis tepat waktu. (PIC)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami