PALESTINA (PIC) – Lebih dari 33 ribu muhajirin Palestina menjalani Ramadhan dan Idul Fitri jauh dari rumah mereka untuk tahun kedua berturut-turut. Hal tersebut merupakan dampak kekerasan penjajah dan pengusiran paksa yang terus meningkat di seluruh Tepi Barat.
UNRWA mengatakan peningkatan serangan pemukim ilegal, ditambah dengan tindakan serdadu penjajah, telah mempercepat pengusiran paksa, khususnya di daerah yang diklasifikasikan sebagai Area C.
Banyak keluarga muhajirin dari kamp-kamp di Jenin, Tulkarem, dan Nur Shams menghadapi pembatasan pergerakan yang ketat, yang mencegah mereka mengunjungi kerabat atau mengakses tempat ibadah.
Pada saat yang sama, Pusat Informasi Palestina mendokumentasikan peningkatan tajam pelanggaran penjajah sejak awal tahun 2026. Terjadi lebih dari 18.500 insiden yang telah menewaskan sedikitnya 34 warga Palestina dan melukai lebih dari 600 lainnya.
Pelanggaran tersebut termasuk ribuan penerobosan rumah, lebih dari 1.100 penangkapan, dan ratusan kasus perampasan harta benda. Para pemukim ilegal juga melakukan lebih dari 1.100 serangan terhadap komunitas Palestina, seringkali di bawah perlindungan militer penjajah.
Para analis mengatakan dampak gabungan dari operasi militer dan kekerasan pemukim ilegal mencerminkan langkah yang lebih luas untuk memperketat kendali atas wilayah Palestina di tengah pengusiran paksa. (PIC)
