Beranda / Kisah / Dari Gaza untuk Sumatera: Suatu Tanda Cinta di Tengah Luka yang Berlapis
Kisah Telaah
4 Des 2025

Dari Gaza untuk Sumatera: Suatu Tanda Cinta di Tengah Luka yang Berlapis

Dari Gaza untuk Sumatera: Suatu Tanda Cinta di Tengah Luka yang Berlapis
Bagikan:

JAKARTA (Yayasan KITA) – Ketika banjir besar melanda sejumlah wilayah di Sumatera, perhatian dan doa datang dari berbagai penjuru Indonesia. Namun, sebuah pesan yang tiba pada Selasa (2/12) pagi membuat para relawan KITA terdiam: sebuah ungkapan belasungkawa dan donasi dari rekanan Yayasan KITA di Gaza.

Di kota yang setiap harinya dipenuhi dentuman dan kesulitan, salah seorang pejuang kemerdekaan Palestina mengirimkan pesan panjang berisi doa dan dukungan untuk masyarakat Indonesia. “Kami memohon kepada Allah agar Dia memberikan kelembutan-Nya kepada keluarga kami di Indonesia, melindungi mereka dari segala keburukan dan musibah,” tulisnya.

Dalam pesan itu pula, ia menitipkan donasi sebesar 1.000 dolar untuk korban banjir di Sumatera. “Maafkan kami karena jumlahnya kecil; itu sesuai kemampuan kami,” tambahnya dengan kerendahan hati yang membuat siapa pun yang membaca menahan napas.

Bagi warga Gaza, membantu bukanlah perkara kelapangan materi, melainkan kelapangan jiwa. Di tengah kondisi kemanusiaan yang terus memburuk, kepedulian seperti ini menjadi bukti bahwa kasih sayang bisa menembus batas geografi dan luka.

Ketua Yayasan KITA, dr. Rinaldi Tri Frisianto, menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya atas solidaritas tersebut.

“Ini bukan soal angka. Ini tentang cinta dari orang-orang yang sedang menghadapi musibah jauh lebih berat, tetapi tetap menguatkan saudaranya di Indonesia. Para pejuang Palestina dan keluarga Gaza mengajarkan kita arti keteguhan hati,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa amanah ini akan dikelola dengan penuh tanggung jawab. “Mulai hari ini, KITA menyalurkan tanda cinta dari Gaza ini, beserta tanda cinta yang turut terkumpul dari masyarakat Indonesia, secara bertahap kepada keluarga yang terdampak. Dan insya Allah, pada Sabtu (6/12) nanti, tim relawan KITA akan berangkat langsung ke lokasi untuk memastikan bantuan tersampaikan kepada mereka yang paling membutuhkan.”

Kepedulian dari Gaza ini menjadi pengingat bahwa hubungan kemanusiaan tidak pernah berjalan satu arah. Apa yang dilakukan rekanan Yayasan KITA di Gaza menunjukkan bahwa di balik puing-puing dan kepungan, masih tumbuh hati yang ingin memberi. Hubungan antara warga Gaza dan KITA selama ini memang dibangun atas dasar saling percaya, saling menguatkan, dan saling mendoakan.

Di tengah situasi yang tak menentu, kisah ini menjadi cahaya kecil yang hangat. Sebuah pengingat bahwa ketika dunia terasa terlalu keras, manusia tetap bisa memilih untuk lembut. Bahwa kasih sayang tidak membutuhkan kelimpahan, hanya keikhlasan.

Dari Gaza yang masih berjuang untuk hidup, mengalir sebuah cinta yang jauh menyeberangi Laut Mediterania, menembus benua, dan tiba di Sumatera; sebagai tanda bahwa kita sesungguhnya satu keluarga besar yang saling menguatkan.


Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami