Orang-orang yang membawa bendera dan spanduk Palestina menggelar aksi demonstrasi dan pawai menuju Stadion Wembley untuk menuntut penangguhan ‘Israel’ dari UEFA dan FIFA, di London, Britania Raya, pada 2 Oktober 2025. (Raşid Necati Aslım – Anadolu Agency)
INGGRIS (Middle East Monitor) – Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) menyatakan FIFA gagal menerapkan aturan organisasinya sendiri terhadap negara palsu ‘Israel’.
FIFA telah membiarkan berbagai pelanggaran berlangsung selama bertahun-tahun, meski sepak bola Palestina mengalami kehancuran akibat perang genosida ‘Israel’ di Gaza.
PFA menyebut lebih dari 1.013 pemain, pelatih, wasit, pengurus, dan anggota komunitas sepak bola Palestina tewas selama perang tersebut. Selain itu, stadion, fasilitas latihan, dan berbagai infrastruktur sepak bola di Gaza hancur.
PFA juga mengkritik FIFA karena tidak mengambil tindakan terhadap klub-klub yang berbasis di permukiman ilegal ‘Israel’ di wilayah Palestina yang dijajah. Menurut PFA, pengaduan yang mereka ajukan selama lebih dari 15 tahun hingga kini belum mendapat penyelesaian.
“Diam ketika genosida berlangsung secara terbuka sama saja dengan menjadi bagian darinya,” kata PFA. Organisasi itu menegaskan bahwa sepak bola Palestina tidak bisa lagi menerima janji tanpa tindakan nyata.
Hingga kini, FIFA belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut.
Sementara itu, serdadu zionis ‘Israel’ terus melancarkan serangan harian di Gaza meski gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.250 warga Palestina dan melukai 4.110 lainnya.
Kesepakatan gencatan senjata dicapai setelah dua tahun genosida yang dimulai ‘Israel’ pada 8 Oktober 2023. Kekerasan brutal itu menyebabkan kerusakan luas pada sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza, dengan biaya rekonstruksi yang menurut PBB diperkirakan mencapai sekitar 70 miliar dolar AS. (Middle East Monitor)