Beranda / Palestina / “Garis Kuning“ Lumpuhkan Ekonomi Gaza: Sektor Pertanian dan Industri Tak Lagi Berfungsi
Kabar Palestina
28 Mei 2026

“Garis Kuning“ Lumpuhkan Ekonomi Gaza: Sektor Pertanian dan Industri Tak Lagi Berfungsi

“Garis Kuning“ Lumpuhkan Ekonomi Gaza: Sektor Pertanian dan Industri Tak Lagi Berfungsi
Bagikan:

GAZA (PIC) – Perekonomian Gaza kini bergerak menuju fase keruntuhan struktural yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perluasan wilayah yang diduduki oleh zionis ‘Israel’ – yang disebut sebagai “Yellow Line” atau “Garis Kuning” – tak lagi sekadar urusan militer, tetapi berubah menjadi alat untuk menggambar ulang peta ekonomi Gaza.

Kawasan-kawasan pertanian yang luas, area produksi, hingga sentra industri perlahan dipisahkan dari kehidupan sipil dan diubah menjadi zona terisolasi yang tak bisa lagi dimanfaatkan warga Palestina.

Analis ekonomi, Ahmed Abu Qamar, menilai, blokade ‘Israel’ kini telah berkembang jauh melampaui sekadar penutupan pelintasan atau pembatasan barang yang masuk. Menurutnya, yang terjadi saat ini adalah proses rekayasa ulang ekonomi Gaza secara menyeluruh.

“Zionis sedang mempersempit ruang hidup masyarakat dan mengubah wilayah-wilayah vital menjadi area terlarang,” ujarnya.

Abu Qamar menjelaskan, “Garis Kuning” kini menguasai sekitar 60 persen wilayah Gaza, termasuk lebih dari 80 persen lahan pertanian — sektor yang selama ini menjadi tulang punggung produksi pangan lokal sekaligus sumber nafkah ribuan keluarga Palestina.

Sebelum genosida, Gaza memiliki sekitar 195 ribu dunum lahan pertanian. Sekitar 95 ribu dunum di antaranya aktif ditanami sayuran, gandum, dan pohon buah-buahan. Meski bertahun-tahun hidup di bawah blokade, sektor pertanian tetap menjadi salah satu penopang utama ekonomi lokal.

Bagi banyak warga Gaza, pertanian selama ini menjadi benteng terakhir untuk bertahan hidup ketika sektor-sektor produktif lain melemah. Selain menyediakan lapangan pekerjaan, sektor ini juga membantu memenuhi kebutuhan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor. Namun kini, sebagian besar sistem itu praktis lumpuh.

Abu Qamar menyebut sektor pertanian sebelumnya menyumbang lebih dari 11 persen produk domestik bruto (PDB) Gaza, dengan nilai produksi mencapai ratusan juta dolar setiap tahun. Tetapi kehancuran langsung akibat serangan serta larangan akses bagi petani ke lahan mereka membuat roda produksi berhenti.

Dampaknya tidak hanya menghantam pertanian. Kawasan industri di utara dan timur Gaza, termasuk sejumlah area di selatan, mengalami kerusakan besar-besaran yang menyebabkan aktivitas industri hampir berhenti total. Ribuan bengkel, gudang, dan fasilitas produksi ikut lumpuh.

Padahal, bahkan sebelum genosida, ekonomi Gaza sudah berada dalam kondisi rapuh akibat blokade berkepanjangan sejak 2007. Situasi itu menyebabkan kontribusi sektor industri dan pertanian terus menurun, sementara ketergantungan pada bantuan kemanusiaan semakin meningkat.

Menurut estimasi Abu Qamar, ekonomi Gaza sepanjang 2025 mengalami kontraksi lebih dari 87 persen dibandingkan masa sebelum perang. Jumlah warga yang tidak bisa bekerja melonjak melewati 80 persen — salah satu yang tertinggi di dunia — sementara angka kemiskinan kini menjerat lebih dari 90 persen penduduk.

Ratusan ribu keluarga kehilangan sumber penghasilan utama mereka. Para petani dan pemilik usaha kecil pun menanggung kerugian besar hingga ratusan ribu shekel akibat hancurnya lahan, peralatan, dan infrastruktur produksi.

Para pengamat memperingatkan, ancaman terbesar bukan hanya pada besarnya kerusakan saat ini, tetapi pada perubahan struktur ekonomi yang sedang berlangsung di Gaza. Ekonomi produktif perlahan dibongkar dan digantikan dengan pola hidup yang bergantung pada bantuan kemanusiaan demi sekadar bertahan hidup.

Pakar ekonomi juga mengingatkan, selama lahan pertanian tetap diduduki penjajah dan infrastruktur industri terus dihancurkan, Gaza akan semakin terjerumus dalam ketergantungan pangan dan ekonomi. (PIC)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami