Beranda / Palestina / Gelombang Teror Pemukim Ilegal ‘Israel’ Sasar Masjid, Rumah, dan Usaha Warga di Tepi Barat
Kabar Palestina
1 Agu 2026

Gelombang Teror Pemukim Ilegal ‘Israel’ Sasar Masjid, Rumah, dan Usaha Warga di Tepi Barat

Gelombang Teror Pemukim Ilegal ‘Israel’ Sasar Masjid, Rumah, dan Usaha Warga di Tepi Barat
Bagikan:

Warga memeriksa Masjid Al-Rahma yang mengalami kerusakan akibat kebakaran di Qusra, selatan Nablus, di Tepi Barat yang dijajah, setelah diduga menjadi sasaran aksi pembakaran oleh pemukim ‘Israel’ (Muhammed Ateeq/Middle East Eye).

PALESTINA (Middle East Eye) – Pemukim ilegal ‘Israel’ pada Ahad (27/7/2026) melancarkan serangkaian teror serangan di berbagai wilayah Tepi Barat. Dua masjid dibakar di Nablus dan Tulkarem, fasilitas industri di dekat Ramallah dirusak. Sementara rumah, kendaraan, dan warga Palestina menjadi sasaran di sejumlah kota dan desa.

Pemerintah Palestina menyebut serangan terjadi di Nablus, Tulkarem, Ramallah, Al-Khalil, Salfit, Qalqilya, Ariha, dan Baitul Maqdis, serta dilakukan di bawah perlindungan serdadu zionis ‘Israel’.

Dua Masjid Dibakar

Di Desa Qusra, selatan Nablus, pemukim ilegal membakar sebagian besar Masjid Al-Rahma dan mencoret dindingnya dengan slogan-slogan berbahasa Ibrani.

Aktivis setempat, Abdul-Azim Wadi, mengatakan warga menerima laporan sekitar pukul 02.30 dini hari dan bergegas memadamkan api. Masjid yang dijadwalkan dibuka dalam beberapa hari ke depan itu baru saja direnovasi sehari sebelumnya, namun mengalami kerusakan parah akibat kebakaran.

Menurut Wadi, para pelaku meninggalkan sejumlah tulisan bernada rasis dan pesan yang mengindikasikan aksi tersebut sebagai balasan atas kematian pemukim ‘Israel’ dalam insiden di Tell.

Wadi menambahkan bahwa Qusra telah berulang kali menjadi sasaran teror. Sebuah masjid pernah dibakar pada 2011, 47 rumah dan bangunan dibakar pada 2024, dan enam warga Palestina tewas dalam serangan pada 2023.

Masjid lain juga dibakar di Desa Kur, selatan Tulkarem. Warga mengatakan para pemukim meninggalkan tulisan yang menyerukan aksi balas dendam.

Dewan Fatwa Tinggi Palestina mengecam pembakaran kedua masjid tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari operasi sistematis yang menargetkan tempat-tempat ibadah.

Fasilitas Industri Diserang

Di kawasan Ain Samia, timur laut Ramallah, para pemukim menyerang sebuah tambang batu, membakar alat-alat berat dan menyerang petugas keamanan.

Pemilik tambang, Abdel Samad Abdel Aziz, mengatakan 10 unit ekskavator, buldoser, dan truk dibakar dengan total kerugian sekitar 2 juta shekel (sekitar Rp8,9 miliar).

Ia menyebut tiga petugas keamanan mengalami luka setelah dipukuli dan disemprot cairan merica.

Rumah, Kendaraan, dan Ambulans Jadi Sasaran

Serangan juga terjadi di sejumlah wilayah lain. Di Beitillu, kendaraan warga Palestina dibakar, sementara di Bayt Furik para pemukim ilegal mencoba membakar sebuah rumah sebelum berhasil dihalau warga.

Di dekat permukiman ilegal Karnei Shomron, para pemukim menghentikan ambulans yang sedang membawa pasien hingga terpaksa berbalik arah. Kendaraan Palestina juga dilempari batu di dekat Mitzpe Ariha.

Di Bani Na’im, timur Al-Khalil, para pemukim ilegal menutup jalan menuju kawasan gurun di timur Yatta. Sementara di wilayah sekitar Baitul Maqdis, pemukim bersenjata menyerang penduduk di timur Desa Jaba’, menembakkan peluru tajam, serta membakar sebuah rumah dan kendaraan.

Di Salfit, para pemukim juga mendirikan pos permukiman ilegal baru di atas lahan milik warga Deir Istiya dan menyerang kendaraan Palestina di Jalan Wadi Qana.

Palestina Desak Tindakan Internasional

Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam serangan-serangan tersebut dan menyebutnya sebagai aksi terorganisasi yang dilakukan dengan dukungan serta perlindungan serdadu zionis ‘Israel’.

Palestina mendesak PBB dan komunitas internasional mengambil langkah konkret untuk menghentikan kekerasan pemukim ilegal, termasuk meminta pertanggungjawaban para pelaku dan pihak yang mendukung mereka.

Ribuan Serangan dalam Enam Bulan

Komisi Perlawanan terhadap Tembok dan Permukiman Palestina mencatat serdadu zionis ‘Israel’ dan para pemukim ilegal melakukan sekitar 11.074 serangan di Tepi Barat sepanjang paruh pertama 2026.

Sementara itu, Pusat Informasi Palestina (PIC) mendokumentasikan 6.856 pelanggaran selama Juni 2026.

Saat ini sekira 750 ribu pemukim ilegal ‘Israel’ tinggal di Tepi Barat. Mereka tersebar di 141 permukiman ilegal dan 224 pos permukiman kolonial, termasuk sekitar 250 ribu pemukim ilegal yang tinggal di kawasan timur Baitul Maqdis. (Middle East Eye)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami