Beranda / Palestina / Gembong Zionis Akui ‘Israel’ Gunakan 153 Ton Bom Selama Gencatan Senjata
Kabar Palestina
21 Okt 2025

Gembong Zionis Akui ‘Israel’ Gunakan 153 Ton Bom Selama Gencatan Senjata

Gembong Zionis Akui ‘Israel’ Gunakan 153 Ton Bom Selama Gencatan Senjata
Bagikan:

PALESTINA (Middle East Monitor) – Gembong zionis ‘Israel’, Benjamin Netanyahu, Senin (20/10/2025), mengakui bahwa para serdadunya telah menggunakan 153 ton bom untuk menyerang Gaza selama periode gencatan senjata.

Ucapan sesumbar Netanyahu tersebut merupakan pengakuan terbuka atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata, Anadolu melaporkan.

Berbicara pada pembukaan sidang musim dingin parlemen negara palsu, Knesset, Netanyahu menghadapi interupsi berulang kali dari anggota oposisi yang memprotes kejahatannya dan perpanjangan agresi yang disengaja di Gaza.

“Selama gencatan senjata, dua serdadu tewas… Kami menyerang mereka dengan 153 ton bom dan menyerang puluhan target di seluruh Jalur Gaza,” sesumbar Netanyahu.

Kantor media pemerintah Gaza melaporkan terjadi 80 pelanggaran gencatan senjata oleh penjajah ‘Israel’ sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober.

Kejahatan dan pengkhianatan penjajah zionis mengakibatkan 97 warga Palestina tewas, termasuk 45 orang pada hari Ahad (19/10/2025), dan 230 lainnya luka-luka.

Zionis menuduh sepihak bahwa Hamas telah menyerang para serdadunya di Kota Rafah.

Hamas tegas membantah terlibat dan menegaskan kembali komitmennya terhadap perjanjian gencatan senjata.

Kesepakatan gencatan senjata diumumkan pada 10 Oktober, berdasarkan sejumlah rencana bertahap. Tahap pertama mencakup pembebasan tawanan ‘Israel’ dengan imbalan ribuan tawanan Palestina. Rencana tersebut juga mencakup pembangunan kembali Gaza.

Sejak Oktober 2023, agresi genosida zionis telah menewaskan lebih dari 68.200 orang dan melukai lebih dari 170.200 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. (Middle East Monitor)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami