Caption foto: Warga Palestina berusaha melanjutkan kehidupan sehari-hari di tengah puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan ‘Israel’ di Khan Yunis, Gaza, 30 Desember 2025. [Abed Rahim Khatib – Anadolu Agency]
GAZA (Middle East Monitor) – Hamas menyerukan kepada Pakistan dan negara-negara dunia Islam untuk memperkuat dukungan bagi rakyat Palestina serta mempercepat upaya pembangunan kembali wilayah Gaza yang hancur akibat agresi genosida yang masih berlangsung.
Seruan tersebut disampaikan oleh Khalil al-Hayya, pemimpin Hamas di Gaza. Ia mendesak negara-negara Islam, organisasi amal, serta para ulama agar mengambil peran lebih besar dalam mendukung keteguhan rakyat Palestina yang terus menghadapi tekanan akibat genosida penjajah.
Dalam pidato yang direkam dan disampaikan pada pertemuan umum Jamaat-e-Islami di Pakistan, al-Hayya menegaskan bahwa rekonstruksi Gaza sangat penting agar wilayah tersebut tetap menjadi benteng kokoh bagi umat dalam perjuangan menuju pembebasan.
Selain itu, ia juga memperingatkan tentang meningkatnya ancaman terhadap Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis yang berada di bawah penjajahan ‘Israel’.
Menurutnya, ancaman tersebut terlihat dari berulangnya aksi masuk ke kompleks masjid serta upaya untuk memberlakukan pembagian waktu dan area di kawasan suci tersebut.
Al-Hayya juga menyebut pertempuran yang dikenal sebagai Operasi Taufan Al-Aqsha sebagai titik balik dalam meningkatnya perhatian dunia terhadap isu Palestina.
Ia menyebut peristiwa itu telah melemahkan narasi ‘Israel’ sekaligus memperluas solidaritas internasional terhadap rakyat Palestina.
Pemimpin Hamas tersebut menyampaikan apresiasi atas sikap historis Pakistan yang secara konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina. Ia memuji peran pemerintah, rakyat, dan militer Pakistan yang selama ini dinilai tetap berada di garis dukungan terhadap isu Palestina.
Al-Hayya juga menyinggung sikap pendiri Pakistan, Muhammad Ali Jinnah, yang sejak awal menolak legitimasi penjajah ‘Israel’ dan mendukung hak rakyat Palestina atas tanah mereka.
Ia turut menyoroti pemikiran filsuf dan penyair Muslim terkenal, Allama Muhammad Iqbal, yang mengaitkan identitas Pakistan dengan kepedulian terhadap persoalan dunia Islam.
Dalam konteks itu, al-Hayya menegaskan bahwa Palestina tetap dianggap sebagai tanah wakaf Islam yang menjadi milik seluruh umat Muslim.
Lebih lanjut, al-Hayya menegaskan kembali bahwa Hamas tidak mengakui keberadaan negara ‘Israel’. Ia juga menyatakan bahwa perlawanan Palestina sejauh ini telah menggagalkan berbagai tujuan ‘Israel’ sejak pecahnya perang di Gaza.
Secara terpisah, delegasi Hamas yang dipimpin Marwan Abu Ras juga melakukan pertemuan dengan Presiden Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional, Ali al-Qaradaghi.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pemimpin gerakan Islam serta beberapa tokoh dari Kashmir di sela-sela rangkaian kegiatan yang berlangsung di Pakistan. (Middle East Monitor)
