Beranda / Palestina / Jadi Sorotan Dunia, Pembongkaran Lapangan Sepak Bola di Kamp Aida Sementara Ditunda
Kabar Palestina
26 Jan 2026

Jadi Sorotan Dunia, Pembongkaran Lapangan Sepak Bola di Kamp Aida Sementara Ditunda

Jadi Sorotan Dunia, Pembongkaran Lapangan Sepak Bola di Kamp Aida Sementara Ditunda
Bagikan:

PALESTINA (Middle East Monitor) – Lapangan sepak bola yang digunakan oleh ratusan anak-anak Palestina di kamp muhajirin Aida di Tepi Barat terjajah untuk sementara waktu selamat dari pembongkaran oleh penjajah.

Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden UEFA Aleksander Ceferin melakukan intervensi guna mencegah pembongkaran tersebut.

Lapangan sepak bola di Kamp Aida, merupakan sedikit ruang terbuka yang tersisa untuk anak-anak muhajirin.

Sebelumnya, penjajah mengeluarkan pemberitahuan pembongkaran lapangan tersebut, yang dibangun di dekat tembok pemisah di dekat Bayt Lahm, dengan alasan lapangan itu dibangun secara “ilegal”.

Namun, klaim tersebut tidak memiliki dasar dalam hukum internasional. Pasalnya, Mahkamah Internasional telah menetapkan bahwa pendudukan ‘Israel’-lah yang ilegal.

Lapangan tersebut, yang dibangun pada tahun 2021, adalah satu-satunya ruang rekreasi di kamp Aida dan menampung lebih dari 250 anak setiap minggunya, termasuk anak perempuan yang telah mewakili Palestina di tingkat junior.

Pembongkaran, yang awalnya dijadwalkan pekan ini, telah ditangguhkan menyusul tekanan diplomatik dari federasi sepak bola internasional.

FIFA telah mengangkat masalah ini dengan pemerintah Swiss dan perwakilan zionis (IFA), yang mendorong duta besar Swiss untuk ‘Israel’, Simon Geisbuhler, untuk mengajukan petisi langsung kepada negara palsu ‘Israel’.

Pimpinan UEFA, Ceferin, diwartakan telah mengambil sikap yang lebih aktif dalam urusan tersebut daripada kepemimpinan FIFA, dilaporkan telah melakukan tiga panggilan telepon dengan petinggi IFA, Moshe Zuares, dalam seminggu terakhir.

Mohammad Abusrour, Direktur Pusat Pemuda Kamp Aida, menyambut baik perkembangan tersebut, tetapi tetap berhati-hati.

“Ini adalah keberhasilan besar bagi kampanye ini,” katanya kepada The Athletic, “tetapi kami masih khawatir tentang apa yang mungkin menjadi keputusan politik akhir.

“Kami masih belum menerima konfirmasi resmi dari militer penjajah. Ini adalah satu-satunya ruang publik bagi anak-anak dan muhajirin di daerah tersebut untuk bermain… ini menawarkan kemungkinan kehidupan normal dan sehat.”

Kemungkinan Sanksi untuk IFA

Lapangan tersebut menjadi titik panas di tengah genosida zionis di Gaza, perilakunya di wilayah Palestina terjajah, dan meningkatnya seruan untuk akuntabilitas dalam badan-badan sepak bola internasional.

UEFA, khususnya, telah menghadapi tekanan untuk menangguhkan IFA karena mengizinkan klub-klub yang berbasis di permukiman ilegal ‘Israel’ untuk berpartisipasi dalam kompetisi nasional; yang merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan aturan FIFA.

Ceferin sebelumnya telah mengisyaratkan kesediaan untuk bertindak. Menurut The Athletic, ia secara pribadi menyetujui spanduk yang dipajang di final Piala Super UEFA tahun lalu yang bertuliskan: “Hentikan pembunuhan anak-anak; Hentikan pembunuhan warga sipil.”

Dua anak muhajirin dari Gaza diundang untuk berpartisipasi dalam upacara pemberian medali.

UEFA juga telah mengadakan diskusi dengan Richard Falk, mantan pelapor khusus PBB untuk hak-hak Palestina, sebagai bagian dari keterlibatan berkelanjutan dengan kampanye “Game Over ‘Israel’”.

Sebaliknya, FIFA secara historis menghindari keterlibatan politik langsung. Infantino bersikeras bahwa sepak bola “tidak dapat menyelesaikan masalah politik”.

Padahal, FIFA tetap berada di bawah tekanan untuk menyelesaikan penyelidikan yang telah lama berlangsung mengenai pelanggaran statuta FIFA oleh ‘Israel’.

Kamp Aida adalah rumah bagi lebih dari 7 ribu muhajirin Palestina yang terdaftar di Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB, UNRWA.

Ancaman penghancuran satu-satunya lapangan sepak bola di sana memicu protes global. Bahkan anggota parlemen Swiss mengancam akan mencabut status bebas pajak UEFA karena terus mengakui tim-tim ‘Israel’ yang berbasis di wilayah pendudukan. Pemungutan suara tersebut kini ditunda hingga akhir bulan ini. (Middle East Monitor)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami