GAZA (PIC) – Seiring meningkatnya kesulitan mendapatkan oli mobil, kendaraan di Jalur Gaza mulai menghadapi kerusakan berulang.
Mesin-mesin mobil mengalami kerusakan akibat penggunaan oli dalam jangka waktu lebih lama dari yang seharusnya.
Penggunaan lebih lama tersebut terpaksa dilakukan para pengemudi sebagai solusi sementara untuk menghindari mobil mereka mogok total, sebagai dampak kesulitan akibat agresi dan pengepungan penjajah zionis.
Mohammad Abu Khalil, seorang mekanik di bengkel di Gaza tengah, mengatakan, “Selama beberapa bulan terakhir, kami telah melihat peningkatan kerusakan mesin akibat keterlambatan penggantian oli atau penggunaan oli dalam jangka waktu lama”.
“Banyak pengemudi menggunakan cara ini untuk memperpanjang masa pakai oli karena harga yang tinggi. Hal ini terkadang menyebabkan kerusakan pada bagian-bagian mesin atau bahkan kegagalan total.”
Krisis oli tidak hanya terbatas pada pemilik kendaraan, karena secara langsung berdampak pada pergerakan di dalam Jalur Gaza.
Penghentian beberapa kendaraan telah menyebabkan penurunan ketersediaan transportasi dan peningkatan tekanan pada mobil yang tersisa; sehingga akses ke tempat bekerja, sekolah, dan rumah sakit menjadi lebih sulit.
Sami al-Zahrani, seorang pengemudi taksi, mengatakan, “Kami hanya menerima satu pengiriman oli sejak awal perang. Jumlahnya sangat sedikit, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar. Kami terpaksa menggunakan oli lama, dan akibatnya adalah kerusakan terus-menerus dan peningkatan biaya.”
Sementara itu, Laila al-Ghoul, seorang pekerja yang bergantung pada transportasi harian, mengatakan, “Terkadang saya terpaksa menunda urusan saya atau mencari alternatif lain karena beberapa bus telah berhenti beroperasi. Keadaan menjadi sangat sulit, terutama dengan kenaikan harga dan penurunan jumlah kendaraan yang beroperasi.”
Ahmed al-Najjar, seorang pengemudi minibus, menambahkan, “Kami mencoba untuk menjaga agar kendaraan kami tetap beroperasi dengan segala cara yang memungkinkan. Tetapi tanpa ketersediaan oli dan bahan perawatan dasar, kami khawatir bus akan berhenti beroperasi sepenuhnya dalam beberapa pekan mendatang.”
Para pekerja di sektor transportasi khawatir bahwa semakin banyak kendaraan akan berhenti beroperasi karena larangan masuknya BBM dan suku cadang perawatan terus berlanjut.
Kondisi itu bakal meningkatkan krisis transportasi dan memperparah kesulitan penduduk Gaza di tengah kondisi ekonomi sulit yang terjadi sejak awal genosida zionis pada Oktober 2023. (PIC)
