Beranda / Palestina / Malaysia Siap Seret ‘Israel’ ke Mahkamah Internasional atas Penyiksaan Aktivis Flotila
Kabar Palestina
26 Mei 2026

Malaysia Siap Seret ‘Israel’ ke Mahkamah Internasional atas Penyiksaan Aktivis Flotila

Malaysia Siap Seret ‘Israel’ ke Mahkamah Internasional atas Penyiksaan Aktivis Flotila
Bagikan:

MALAYSIA (Middle East Eye|PIC) – Pemerintah Malaysia bersiap mengambil langkah hukum terhadap zionis ‘Israel’ di Mahkamah Internasional, setelah muncul laporan penyiksaan terhadap para aktivis armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza yang diculik di perairan internasional pekan lalu.

Pemerintah Malaysia saat ini tengah mengumpulkan bukti dan kesaksian para korban sebelum gugatan resmi diajukan.

Langkah tersebut muncul di tengah meningkatnya kecaman internasional terhadap ‘Israel’ terkait kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi terhadap sekira 430 aktivis Global Sumud Flotilla (GSF), termasuk warga Malaysia, yang kemudian dideportasi.

Saat menyambut kepulangan para aktivis di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Anggota Parlemen Malaysia Amirudin Shari menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam.

Ia mengatakan Malaysia akan terus menempuh jalur diplomatik sekaligus membawa kasus tersebut ke pengadilan internasional.

“Kami tidak akan berhenti,” ujarnya. “Para peserta misi bantuan ini menjadi korban penculikan dan penyiksaan. Kami akan membawa masalah ini ke pengadilan internasional dan terus memberikan tekanan diplomatik,” kata Amirudin.

Selain langkah hukum, Malaysia juga disebut tengah menyiapkan konferensi internasional untuk mendukung Palestina dan merancang bantuan lanjutan bagi Gaza.

Kasus ini menjadi sorotan baru terhadap tindakan zionis ‘Israel’ yang menyita armada bantuan di perairan internasional. Banyak pakar hukum dan kelompok hak asasi manusia menilai tindakan tersebut melanggar hukum internasional.

Armada bantuan itu sebelumnya berupaya mengirimkan makanan, obat-obatan, air bersih, dan kebutuhan penting lainnya ke Gaza, yang masih berada di bawah blokade dan agresi ‘Israel’ sejak 2023.

Sejumlah mantan tahanan mengaku mengalami kekerasan selama berada dalam tahanan ‘Israel’. Mereka menyebut ditembak dengan peluru karet, dipukuli, disetrum, dilecehkan secara seksual, hingga disuntik obat penenang yang tidak diketahui jenisnya.

Aktivis Jadi Sasaran Kekerasan dan Pelecehan

Pusat Hukum untuk Hak-hak Minoritas Arab di Palestina terjajah, Adalah, juga menyatakan para tahanan mengalami penyiksaan fisik dan psikologis selama penahanan berlangsung.

Dari kesaksian yang berhasil dihimpun, sejumlah aktivis mengaku mengalami kekerasan fisik berat, luka-luka, hingga pelecehan seksual selama proses penahanan dan pemindahan.

Adalah menilai berbagai kesaksian tersebut menunjukkan adanya pelanggaran hukum yang sistematis, disertai kekerasan fisik dan tekanan psikologis secara luas terhadap para tahanan.

Para pengacara menerima laporan berulang tentang penggunaan kekuatan berlebihan oleh serdadu ‘Israel’ saat mencegat kapal flotilla dan memindahkan para aktivis. Sedikitnya tiga aktivis bahkan harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka serius sebelum akhirnya dikembalikan ke tahanan.

Puluhan tahanan dilaporkan mengalami patah tulang rusuk dan kesulitan bernapas. Sejumlah kesaksian juga menyebut penggunaan alat kejut listrik dan peluru karet secara berulang saat para aktivis dipindahkan ke kapal militer zionis.

Di dalam pelabuhan, para tahanan direndahkan. Mereka dipaksa berjalan dalam posisi membungkuk penuh sambil didorong dengan kasar oleh penjaga. Beberapa aktivis bahkan dipaksa berlutut dalam waktu lama di atas kapal.

Pelanggaran yang terjadi disebut tidak berhenti pada kekerasan fisik. Adalah juga mendokumentasikan adanya penghinaan, hasutan, pelecehan seksual, hingga pemaksaan pelepasan hijab terhadap sejumlah aktivis perempuan.

Palestinian Prisoner Society (PPS) menyatakan zionis ‘Israel’ menjadikan penculikan aktivis internasional pendukung Palestina sebagai bagian dari langkah sistematis untuk membungkam solidaritas global terhadap rakyat Palestina.

PPS menegaskan apa yang dialami para aktivis internasional itu hanyalah gambaran kecil dari realitas yang selama ini dialami tahanan Palestina dan Arab di penjara-penjara penjajah.

Menurut PPS, penghinaan dan penyiksaan terhadap para aktivis — yang terjadi di bawah pengawasan Itamar Ben-Gvir — mencerminkan praktik harian yang telah lama dialami para tawanan Palestina. (Middle East Eye|PIC)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami