Beranda / Uyghur / Menendang Bola, Menolak Menendang Prinsip: Harga yang Dibayar Özil demi Menjadi Suara Uyghur
Kabar Uyghur
2 Mei 2026

Menendang Bola, Menolak Menendang Prinsip: Harga yang Dibayar Özil demi Menjadi Suara Uyghur

Menendang Bola, Menolak Menendang Prinsip: Harga yang Dibayar Özil demi Menjadi Suara Uyghur
Bagikan:

Turki (East Turkistan Press) – Untuk pertama kalinya, bintang sepak bola dunia Mesut Özil mengungkap secara gamblang bahwa karier sepak bolanya bersama Arsenal berakhir karena ia berani bersuara membela nasib umat Islam Uyghur.

Pengakuan itu disampaikan Özil dalam “Forum Budaya Ulama Malaysia” ke-5 yang digelar pekan ini di Malaysia, dengan kehadiran sejumlah tokoh terkemuka dari Turki. Saat ini Özil aktif dalam berbagai kegiatan politik dan sosial. Dalam sambutannya, ia mengungkap perincian fase berat yang pernah ia lalui.

Özil berbicara tentang unggahannya yang mengguncang dunia pada Desember 2019 — sebuah tulisan yang menyoroti genosida yang dilakukan Tiongkok terhadap masyarakat Uyghur di Turkistan Timur.

Ia menegaskan bahwa sebagai bintang kelas dunia, ia merasa bertanggung jawab untuk menyuarakan penderitaan kaum Uyghur, meski telah mengetahui risiko besar yang akan ia hadapi. Ia memilih untuk tidak bungkam, dan hingga hari ini ia bangga dengan keputusan itu.

Berdasarkan pengakuannya, Arsenal merespons unggahan tersebut dengan melarangnya tampil dalam pertandingan dan mencoretnya dari skuad utama. Özil pun terdampar — hanya diizinkan berlatih tanpa pernah dimainkan — hingga kontraknya dengan klub London itu berakhir pada 2021.

Pangkal persoalannya bermula pada 13 Desember 2019, ketika Özil mengunggah foto bendera Turkistan Timur disertai teks yang dibuka dengan kalimat: “Wahai Turkistan Timur… luka berdarah umat…” — unggahan yang memicu kegemparan global mengingat jutaan pengikutnya di Instagram, Twitter, dan Facebook.

Sikap itu membangkitkan murka Beijing. Televisi pusat Tiongkok (CCTV) membalas dengan membatalkan siaran pertandingan Arsenal. Tabloid Global Times pun melancarkan serangan keras, menuduhnya “mendistorsi kebijakan Tiongkok” dan secara dusta melabelinya sebagai pendukung “organisasi jihadis.”

Saat itu Arsenal mengeluarkan pernyataan yang menjauhkan diri dari ucapan Özil, mengklaim klub “tidak ikut campur dalam politik” dan bahwa apa yang dikatakan Özil adalah pendapat pribadinya semata.

Meski klub mencoba membenarkan pencoretan Özil dengan alasan “teknis dan performa,” pernyataan terbaru Özil menegaskan bahwa alasan sesungguhnya adalah kepatuhan Arsenal terhadap tekanan dari Tiongkok. (ADR)


Diterjemahkan dari East Turkistan Press. Artikel asli berbahasa Arab dapat dibaca di sini.


Saudara kita, kaum Uyghur, telah kehilangan segalanya — tanah air mereka, kebebasan mereka, bahkan hak untuk sekadar menyebut nama Allah dengan leluasa. Kini mereka menjalani hari-hari sebagai muhajirin di perantauan, jauh dari Turkistan yang mereka rindukan.

Di tengah pengasingan itu, Idul Adha tetap tiba. Dan meja mereka, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, mungkin akan kembali kosong.

Yayasan KITA hadir bersama mitra di Turki untuk memastikan daging qurban sampai ke tangan keluarga-keluarga Uyghur yang berhijrah. Satu domba. Satu keluarga. Satu garis perjuangan yang kita tanggung bersama.

Qurban Garis Depan 1447 H — untuk Uyghur Domba/Kambing: Rp8.150.000

Titipkan qurbanmu klik qurban.satugarisdepan.com

📲 WhatsApp: 0821 3120 8484

📷 Instagram: @kita_berkhidmat

Kokohkan Persaudaraan, Jemput Kemenangan.


Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami