Beranda / Palestina / Penahanan Dr Abu Safiya Diperpanjang, Bukti Kejahatan Berlapis Zionis demi Langgengkan Genosida
Kabar Palestina
3 Mei 2026

Penahanan Dr Abu Safiya Diperpanjang, Bukti Kejahatan Berlapis Zionis demi Langgengkan Genosida

Penahanan Dr Abu Safiya Diperpanjang, Bukti Kejahatan Berlapis Zionis demi Langgengkan Genosida
Bagikan:

GAZA (PIC) – Keputusan “pengadilan” negara palsu ‘Israel’ memperpanjang penahanan dokter Palestina, Dr. Hossam Abu Safiya, menuai kecaman keras.

Perhimpunan Tawanan Palestina (PPS) menyebut langkah itu bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan bagian dari pola yang lebih luas: penahanan sewenang-wenang yang memperdalam krisis kemanusiaan di Gaza.

PPS mencatat, Abu Safiya telah ditahan sejak Desember 2024 tanpa dasar hukum yang jelas. Perpanjangan masa tahanannya dinilai sebagai kejahatan serius dalam hukum internasional dan tidak bisa dipisahkan dari genosida yang sedang berlangsung.

Dalam konteks ini, tenaga medis dan fasilitas kesehatan menjadi sasaran sistematis—sebuah tindakan terorganisir yang mengarah pada penghancuran dan pelemahan kemampuan masyarakat untuk bertahan hidup.

Data dari Layanan Penjara ‘Israel’ menunjukkan sedikitnya 1.251 warga Gaza saat ini diklasifikasikan sebagai “kombatan ilegal”. Status ini memungkinkan penahanan tanpa dakwaan maupun perlindungan hukum yang memadai.

PPS menilai praktik ini sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional, serupa dengan kasus ribuan “tahanan administratif” di Tepi Barat.

PPS pun mengungkap gambaran suram kondisi para tahanan Gaza. Berdasarkan ratusan kesaksian yang terdokumentasi, mereka menghadapi kekerasan fisik dan psikologis, penyiksaan, kelaparan, penghinaan, hingga kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan.

Praktik-praktik ini disebut sebagai bagian dari pola kekerasan yang sistematis dan terorganisir—serta menjadi salah satu wajah paling brutal dari penjajahan yang berlangsung.

Organisasi tersebut mendesak komunitas internasional dan lembaga hak asasi manusia untuk segera bertindak nyata.

Mereka meminta tekanan konkret kepada zionis ‘Israel’ agar membebaskan Dr. Abu Safiya dan menghentikan praktik penahanan yang menargetkan warga sipil, khususnya tenaga medis.

Selain itu, PPS juga menuntut akuntabilitas atas berbagai pelanggaran yang terjadi, serta perlindungan internasional bagi para tawanan Palestina yang menjadi korban sistem penjara sarat kekerasan.

PPS mencatat bahwa lebih dari 100 tawanan Palestina telah meninggal dalam penjara ‘Israel’ akibat penyiksaan, kelaparan, dan kekerasan seksual. Identitas 89 korban telah terkonfirmasi, termasuk 52 orang dari Gaza.

Di antara mereka terdapat tiga dokter—Dr. Adnan al-Bursh, Dr. Iyad al-Rantisi, dan Dr. Ziad al-Dallu—yang menjadi bukti kuat adanya penargetan sistematis terhadap tenaga medis.

Penjajah Terus Serang Penduduk Gaza

Kamis (30/4/2026) pagi, tiga warga sipil Palestina gugur dan satu lainnya terluka akibat serangan penjajah zionis ‘Israel’ di Kota Gaza.

Sebuah drone zionis mengebom gerobak yang ditarik hewan di dekat bundaran Kuwait di tenggara Kota Gaza; menewaskan tiga orang dan melukai satu orang lainnya secara kritis.

Sebelumnya pada pagi itu, sumber medis melaporkan bahwa Hanoun Barbakh yang berusia 35 tahun meninggal dunia akibat luka yang diderita dalam serangan penjajah sebelumnya di lingkungan Sheikh Nasser di Khan Yunis, selatan Gaza.

Jenazah seorang korban lainnya ditemukan hari ini dari lokasi di selatan Khan Yunis yang sebelumnya telah dibom.

Di Gaza tengah, tujuh orang terluka, satu di antaranya kritis, ketika sebuah drone menargetkan sekelompok warga sipil di dekat Rumah Sakit Shuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah.

Seorang nelayan juga mengalami luka tembak ketika sebuah kapal perang zionis menembakinya saat ia sedang memancing di dekat pantai Rafah, selatan Gaza. (PIC)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami