Beranda / Palestina / Penduduk Gaza Laksanakan Pemakaman Massal 112 Jenazah yang Ditemukan di Reruntuhan Sabra
Kabar Palestina
7 Agu 2026

Penduduk Gaza Laksanakan Pemakaman Massal 112 Jenazah yang Ditemukan di Reruntuhan Sabra

Penduduk Gaza Laksanakan Pemakaman Massal 112 Jenazah yang Ditemukan di Reruntuhan Sabra
Bagikan:

GAZA (Middle East Monitor) – Pemakaman massal jenazah 112 warga Palestina dari keluarga Abu Sharia dan Al-Hasayna dilaksanakan di Gaza pada 4 Agustus 2026.

Sumber-sumber Palestina menyebut prosesi ini sebagai salah satu pemakaman terbesar yang pernah digelar di Gaza sejak agresi genosida dimulai. Seluruh jenazah ditemukan di satu lokasi, yakni di bawah reruntuhan di lingkungan Sabra, Gaza.

Jumlah korban tewas dan orang yang masih hilang dari kedua keluarga di lokasi tersebut mencapai 308 orang, menjadikannya salah satu serangan paling mematikan akibat pengeboman zionis ‘Israel’ di Gaza.

Upaya pencarian korban hilang dan evakuasi jenazah dari bawah reruntuhan terus dilakukan di berbagai wilayah yang hancur parah.

Prosesi ini berlangsung beberapa bulan setelah tim penyelamat tidak dapat menjangkau lokasi tersebut akibat operasi militer yang intens dan luasnya kerusakan.

Tim pertahanan sipil dan penyelamat baru-baru ini berhasil mengevakuasi sebagian jenazah untuk dimakamkan.

Hingga kini, tim pertahanan sipil dan petugas khusus lainnya masih terus mengevakuasi jenazah dari reruntuhan bangunan yang hancur meski menghadapi keterbatasan sumber daya, peralatan, dan bahan bakar.

Otoritas setempat menyatakan ribuan orang masih hilang dan diduga terkubur di bawah puing-puing di berbagai wilayah Gaza. Genosida yang berlangsung telah menghancurkan kawasan permukiman dan infrastruktur secara luas.

Besarnya tingkat kerusakan serta risiko keamanan yang masih tinggi membuat banyak lokasi sulit dijangkau, sehingga proses pencarian dan evakuasi korban kerap tertunda selama berbulan-bulan.

Badan-badan PBB dan organisasi kemanusiaan memperingatkan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza terus memburuk seiring berlanjutnya operasi militer, tingginya angka pengungsian, serta memburuknya kondisi kesehatan dan kehidupan warga.

Mereka mendesak peningkatan akses bagi tim penyelamat dan bantuan kemanusiaan agar pencarian korban dapat terus dilakukan dan para jenazah dimakamkan sesuai prosedur kemanusiaan. (Middle East Monitor)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami