Beranda / Palestina / Penjajah Bangun Tanggul Tanah di Gaza untuk Memperkuat Pemisahan Wilayah
Kabar Palestina
1 Agu 2026

Penjajah Bangun Tanggul Tanah di Gaza untuk Memperkuat Pemisahan Wilayah

Penjajah Bangun Tanggul Tanah di Gaza untuk Memperkuat Pemisahan Wilayah
Bagikan:

Caption foto: Citra satelit dari Planet Labs PBC memperlihatkan salah satu bagian tanggul tanah pada 1 Juli 2026. [Planet Labs PBC via AP]

GAZA (Al Jazeera) – Citra satelit menunjukkan militer penjajah ‘Israel’ tengah membangun tanggul tanah raksasa yang memisahkan lebih dari 50 persen wilayah Gaza – yang kini berada di bawah kendali zionis – dari bagian lain wilayah yang dikepung tersebut.

Langkah ini memicu kekhawatiran warga Palestina bahwa sebagian besar wilayah Gaza tidak akan pernah lagi dikembalikan oleh zionis.

Harian ‘Israel’ Haaretz melaporkan, tanggul yang terdiri atas timbunan tanah dan parit itu membentang jauh melampaui “garis kuning” (yellow line), yakni batas sementara antara wilayah yang diduduki zionis ‘Israel’ dan Palestina berdasarkan perjanjian gencatan senjata Oktober 2025.

Di Khan Younis, tanggul tersebut membentang sekitar 400 meter melewati garis kuning. Sementara di salah satu titik di Rafah, jaraknya mencapai sekitar 1.300 meter di luar garis tersebut.

Menurut Associated Press (AP), penghalang itu dibangun dalam beberapa bulan terakhir dan kini telah membentang lebih dari 23 kilometer. Sebagai perbandingan, panjang seluruh wilayah Gaza hanya sekitar 40 kilometer.

Membelah Komunitas Palestina

Tanggul tersebut membelah sejumlah komunitas Palestina yang rumah, infrastruktur, dan lahan pertaniannya telah lebih dulu hancur akibat perang ‘Israel’ yang berlangsung sejak 2023.

Selain itu, penjajah ‘Israel’ membangun jalan-jalan baru dan mendirikan pangkalan militer di atas reruntuhan permukiman Palestina. Situasi ini memperkuat kekhawatiran warga bahwa mereka tidak akan pernah dapat kembali ke tanah mereka, terutama setelah sejumlah gembong zionis menyatakan niat untuk mengambil alih sebagian wilayah Gaza.

“Saya berniat mendirikan tiga pos Nahal, yang juga merupakan entitas militer, di lokasi-lokasi yang sebelumnya berada di Gaza Utara,” kata “Menteri Pertahanan” negara palsu ‘Israel’ Israel Katz kepada Channel 14 pekan lalu.

Seruan Membangun Kembali Permukiman Ilegal ‘Israel’

Pada Ahad (26/7/2026), ribuan pemukim ilegal bersama aktivis sayap kanan, berbaris menuju pagar pembatas Gaza sambil menyerukan pembangunan kembali permukiman ilegal ‘Israel’ di wilayah tersebut.

Sementara itu, warga Palestina di Gaza bertahan di kamp-kamp pengungsian yang padat di wilayah pesisir sebelah barat garis kuning. Mereka masih menghadapi gempuran udara zionis ‘Israel’ serta kekurangan bantuan kemanusiaan dan kebutuhan pokok.

Garis Sementara yang Berubah Menjadi Perbatasan?

Menanggapi citra satelit tersebut, ‘Israel’ mengakui kepada AP bahwa mereka sedang membangun penghalang fisik di area garis kuning.

Dalam perjanjian gencatan senjata, garis kuning dirancang sebagai batas sementara hingga serdadu ‘Israel’ ditarik ke pinggiran Gaza dan digantikan oleh pasukan internasional. Namun, ‘Israel’ dinilai terus memperkuat cengkeramannya di lapangan, memicu kekhawatiran bahwa garis tersebut perlahan berubah menjadi perbatasan permanen.

Serdadu ‘Israel’ juga dilaporkan menembaki warga Palestina yang mendekati atau melintasi garis itu. Militer ‘Israel’ mengeklaim mereka menargetkan individu yang “dicurigai sebagai militan dan dianggap mengancam”.

Namun, korban tewas mencakup anak-anak dan warga sipil yang tampaknya tidak mengetahui keberadaan garis tersebut.

Sejumlah serdadu ‘Israel’ bahkan mengakui bahwa mereka tidak selalu mengetahui identitas target yang ditembak dan menerima perintah untuk menembak siapa pun yang melintasi batas itu. (Al Jazeera)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami