Beranda / Palestina / Penjajah Zionis ‘Israel’ Tahan 1.700 Jenazah Warga Palestina sebagai “Alat Tawar”
Kabar Palestina
3 Sep 2026

Penjajah Zionis ‘Israel’ Tahan 1.700 Jenazah Warga Palestina sebagai “Alat Tawar”

Penjajah Zionis ‘Israel’ Tahan 1.700 Jenazah Warga Palestina sebagai “Alat Tawar”
Bagikan:

Kantung jenazah berisi jasad manusia setelah tim pertahanan sipil menggali kuburan di Rumah Sakit Baptis Arab Al-Ahli, Kota Gaza, 7 Desember 2025. (AFP)

GAZA (Middle East Eye) – Penjajah zionis ‘Israel’ menahan sekitar 1.700 jenazah warga Palestina sebagai alat tawar-menawar, meski saat ini tidak ada sandera ‘Israel’ yang masih ditahan kelompok perlawanan Palestina.

Menurut laporan surat kabar zionis Haaretz, Kepala Shin Bet David Zini mendorong ‘Israel’ untuk menyimpan jenazah-jenazah itu guna kemungkinan digunakan dalam negosiasi pertukaran sandera di masa mendatang. Sikap tersebut disebut mendapat dukungan dari militer ‘Israel’.

Haaretz melaporkan, sebagian besar jenazah diklaim sepihak merupakan warga Palestina “kombatan” dan terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023. Namun, di antara jenazah yang ditahan juga terdapat warga sipil Palestina serta 13 warga negara palsu ‘Israel’.

Sejumlah sumber hukum yang dikutip Haaretz menilai ‘Israel’ tidak memiliki kewenangan untuk menahan jenazah warga Palestina yang bukan kombatan, karena tindakan tersebut tidak didasarkan pada keputusan “Kabinet Keamanan”.

Jenazah Tahanan Palestina Tak Kunjung Dikembalikan

Juli lalu, Haaretz melaporkan bahwa zionis ‘Israel’ mengakui di hadapan “pengadilan” negara palsu bahwa mereka masih menahan jenazah seorang tawanan Palestina—seorang fotografer dan ayah empat anak—yang ditangkap pada Desember 2023 dan meninggal sehari kemudian saat berada dalam penjara di pusat penahanan Erez Crossing. Jenazahnya dilaporkan belum pernah menjalani autopsi.

Keluarganya baru mengetahui kematiannya pada Juli 2025 setelah mengajukan petisi melalui kelompok hak asasi manusia Gisha. Bahkan setelah keluarga diberi tahu, pihak penjajah ‘Israel’ tidak mengungkap tanggal, lokasi, maupun keadaan kematiannya; termasuk dasar hukum yang digunakan untuk menahan jenazah tersebut.

Zionis ‘Israel’ mengeklaim pria itu merupakan “agen militer Hamas”, tuduhan yang dibantah keluarganya.

Pada Juli 2026, Gisha melaporkan bahwa penjajah zionis ‘Israel’ masih menahan jenazah lebih dari 100 warga Palestina dari Tepi Barat dan Gaza yang meninggal dalam tahanan; sedikitnya 68 di antaranya merupakan warga Gaza.

Penjajah zionis ‘Israel’ mengatakan kepada “pengadilan” bahwa pihaknya sedang meninjau keputusan untuk terus menahan jenazah tersebut maupun jenazah warga Palestina lainnya. Namun, proses peninjauan itu ditangguhkan sementara akibat konflik dengan Iran.

Dipersoalkan dalam Hukum Internasional

Penjajah zionis ‘Israel’ telah lama menerapkan tindakan menahan jenazah warga Palestina yang tewas akibat aksi serdadunya. Sejumlah organisasi HAM berulang kali mengecam tindakan itu dan mendesak ‘Israel’ mengembalikan jenazah kepada keluarga masing-masing.

Dalam hukum humaniter internasional, orang yang meninggal harus diperlakukan secara layak dan bermartabat. Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyatakan aturan tersebut antara lain bertujuan mencegah orang hilang dan memastikan keluarga mengetahui nasib anggota keluarganya.

Konvensi Jenewa Keempat juga mengatur bahwa jenazah tawanan yang meninggal harus dimakamkan secara terhormat, sementara makam mereka harus dirawat dan diberi penanda agar dapat diidentifikasi.

Konvensi tersebut menegaskan bahwa orang yang meninggal harus diperlakukan dengan martabat, dimakamkan secara layak, dan, sejauh memungkinkan, sesuai dengan tata cara agama yang mereka anut.

Di sisi lain, hukum negara palsu ‘Israel’ memperbolehkan penahanan jenazah warga Palestina. Kejahatan tersebut telah diterapkan di berbagai wilayah Palestina yang dijajah.

Pada November 2025, Reuters melaporkan bahwa kelompok perlawanan Palestina telah mengembalikan seluruh jenazah tawanan ‘Israel’ sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran yang juga melibatkan jenazah warga Palestina. (Middle East Eye)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami