Beranda / Palestina / Pusat Prostetik Gaza: Menguatkan Harapan di Tengah Krisis Berkepanjangan
Kabar Palestina
1 Sep 2026

Pusat Prostetik Gaza: Menguatkan Harapan di Tengah Krisis Berkepanjangan

Pusat Prostetik Gaza: Menguatkan Harapan di Tengah Krisis Berkepanjangan
Bagikan:

GAZA, (PIC) – Di tengah kondisi kemanusiaan dan layanan kesehatan yang kian berat, Pusat Prostetik dan Kelumpuhan yang dikelola Pemerintah Kota Gaza tetap memberikan layanan penting kepada ribuan korban luka dan penyandang amputasi.

Para spesialis dan teknisi Palestina di pusat tersebut terus melakukan pemeriksaan terhadap penyandang amputasi dan menyiapkan anggota tubuh prostetik (buatan), membantu para pasien kembali bergerak, dan secara bertahap menjalani aktivitas sehari-hari.

Upaya tersebut terus dilakukan di tengah kelangkaan parah bahan dan perlengkapan medis untuk pembuatan anggota tubuh prostetik. Pembatasan ketat pun terus menghambat masuknya banyak bahan penting yang dibutuhkan untuk operasional pusat tersebut.

Permintaan Meningkat Seiring Bertambahnya Kasus Amputasi

Husni Mahna, petugas media di Pusat Prostetik Gaza, mengatakan bahwa fasilitas tersebut menghadapi tekanan yang sangat besar akibat terus bertambahnya jumlah penyandang amputasi dan pasien kelumpuhan akibat agresi genosida di Gaza.

“Kementerian Kesehatan Palestina telah mendokumentasikan lebih dari 6.000 kasus amputasi di seluruh wilayah Gaza, berdasarkan kasus yang telah terdaftar dan tercatat secara resmi,” ujar Mahna. Ia menambahkan bahwa pusat tersebut menangani kasus-kasus tersebut sebagai bagian dari layanan sehari-hari.

Pemeriksaan Harian dan Layanan Rehabilitasi Menyeluruh

Menurut Mahna, pusat tersebut telah membuka klinik yang beroperasi setiap hari untuk mengevaluasi kondisi pasien. Hingga saat ini, lebih dari 1.500 kasus amputasi telah menjalani pemeriksaan sebagai tahap persiapan untuk memperoleh layanan di pusat tersebut.

“Proses rehabilitasi dimulai dengan pemeriksaan klinis oleh para spesialis dan teknisi, kemudian dilanjutkan dengan pengukuran yang diperlukan untuk pemasangan anggota tubuh prostetik,” jelas Mahna.

Ia menambahkan, pasien selanjutnya menjalani rehabilitasi fisik dan dukungan psikologis sebelum memasuki tahap pembuatan dan pemasangan prostetik. Setiap anggota tubuh prostetik dibuat dan disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan masing-masing pasien.

Kelangkaan Parah Mengancam Keberlangsungan Layanan

“Pusat ini menghadapi tantangan besar akibat kelangkaan peralatan dan bahan penting yang sangat dibutuhkan untuk memproduksi anggota tubuh prostetik,” kata Mahna. Ia menjelaskan bahwa gips merupakan salah satu komponen utama dalam proses pembuatannya.

Blokade yang terus berlangsung serta pembatasan masuknya pasokan yang dibutuhkan ke Gaza masih menghambat kemampuan pusat tersebut dalam memenuhi kebutuhan penyandang amputasi yang jumlahnya terus meningkat.

Ia menyerukan kepada organisasi internasional dan lembaga hak asasi manusia untuk meningkatkan upaya, memastikan pembukaan pelintasan, serta memfasilitasi masuknya bahan dan perlengkapan yang diperlukan untuk pembuatan anggota tubuh prostetik.

Lebih dari Sekadar Prostetik: Memulihkan Kemandirian dan Martabat

Misi pusat ini tidak berhenti pada pembuatan anggota tubuh prostetik. Bagi para penyandang amputasi, layanan yang diberikan menjadi langkah penting untuk memulihkan kemampuan bergerak, kemandirian, dan kepercayaan diri setelah perang mengubah kehidupan mereka secara drastis dan merampas kebebasan untuk bergerak.

Salah satu penerima layanan pusat tersebut adalah Abdulmajid Al-Rubaie, yang kehilangan satu kakinya akibat agresi zionis. Ia menceritakan pengalaman saat terluka dan menjalani proses pemulihan.

Al-Rubaie mengatakan, ia sedang makan bersama keluarganya ketika sebuah peluru artileri menghantam kawasan tersebut. Gempuran itu menewaskan dua saudara laki-lakinya, putranya yang berusia tujuh tahun, dan putrinya yang berusia empat belas tahun. Peristiwa itu terjadi pada 19 Januari 2024 di Jalan Al-Nasr.

Ia menjelaskan bahwa gempuran tersebut menyebabkan kakinya harus diamputasi. Ia kemudian mencari bantuan ke Pusat Prostetik dan mendapatkan anggota tubuh prostetik.

Baru-baru ini, ia kembali ke pusat tersebut untuk mendapatkan prostetik baru yang diharapkan dapat membantunya berjalan dengan lebih nyaman, cepat, dan efektif.

Perjalanan Menuju Pemulihan

Al-Rubaie mengatakan, kehilangan kakinya sempat membuatnya tidak dapat bekerja, kuliah, mengikuti kegiatan olahraga, maupun menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, setelah mendapatkan kaki prostetik, ia kembali memperoleh sebagian besar kemampuan bergeraknya dan dapat menjalani berbagai aspek kehidupannya.

Kini, ia dapat bepergian secara mandiri, menghadiri kuliah, mengunjungi klub olahraga, bertemu teman-teman, serta menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa percaya diri dan kebebasan yang lebih besar.

Mengubah Keterbatasan Menjadi Harapan Baru

Pengalaman Pusat Prostetik Gaza menunjukkan besarnya tantangan yang dihadapi sektor kesehatan di Gaza dalam menangani ribuan kasus amputasi akibat agresi genosida; di tengah keterbatasan sumber daya dan pembatasan yang terus berlangsung terhadap pasokan medis.

Meski menghadapi berbagai kendala, para staf pusat tersebut terus melayani para korban luka. Mereka berupaya mengubah sumber daya yang serba terbatas menjadi peluang baru bagi para penyandang amputasi untuk kembali bergerak, membangun kemandirian, dan memulihkan harapan akan masa depan. (PIC)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami