JAKARTA (Middle East Monitor) – Pemerintah Indonesia, Senin (11/5/2026), mengatakan akan mengerahkan lebih dari 700 pasukan penjaga perdamaian ke Lebanon Selatan, meskipun tengah terjadi serangan dan pembunuhan oleh zionis ‘Israel’, lapor Anadolu.
Pengerahan 742 tentara akan dilakukan sebagai bagian dari rotasi untuk menggantikan pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang saat ini bertugas di Lebanon.
Demikian disampaikan Kepala Staf Kepresidenan RI, Dudung Abdurachman, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita pemerintah Antara. Para anggota TNI akan diberangkatkan ke Lebanon pada 22 Mei mendatang.
“Saya melihat bahwa pasukan sudah siap. Tentu saja, ini adalah misi PBB, tetapi yang lebih penting adalah misi untuk bangsa Indonesia,” kata Dudung.
Ia menekankan pentingnya memastikan keselamatan para tentara, menjaga reputasi Indonesia, dan melaksanakan tugas mereka sebaik mungkin.
Enam personel dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon telah tewas dalam serangan Israel di Lebanon. Empat di antaranya adalah warga negara Indonesia (WNI).
Meskipun gencatan senjata diumumkan pada 17 April dan diperpanjang hingga 17 Mei, serdadu zionis ‘Israel’ terus melakukan serangan harian di Lebanon.
Sejak 2 Maret, serangan zionis terhadap Lebanon telah menewaskan sedikitnya 2.869 orang, melukai 8.730 orang, dan menyebabkan lebih dari 1,6 juta orang mengungsi, atau sekitar seperlima dari populasi. (Middle East Monitor)