Beranda / Palestina / Wabah Cacar Air Melanda Anak-Anak Gaza di Kamp Pengungsian
Kabar Palestina
3 Mei 2026

Wabah Cacar Air Melanda Anak-Anak Gaza di Kamp Pengungsian

Wabah Cacar Air Melanda Anak-Anak Gaza di Kamp Pengungsian
Bagikan:

GAZA (PIC) – Di tengah krisis kemanusiaan yang sudah berada di titik genting, ancaman baru kini menghantam Gaza: wabah cacar air yang menyebar cepat di kalangan anak-anak. Kondisi yang melanda kini lebih dari sekadar darurat.

Laporan lapangan menunjukkan lonjakan kasus ini berkaitan langsung dengan memburuknya kondisi lingkungan. Di kamp-kamp pengungsian yang padat, penyakit menyebar dengan mudah dan cepat.

Tumpukan sampah, limbah yang meluap, serta minimnya sanitasi menciptakan lingkungan berbahaya yang mempercepat penularan, terutama bagi anak-anak yang paling rentan.

Menyebar Cepat di Tengah Kepadatan

Cacar air diawali dengan demam dan kelelahan, lalu berubah menjadi ruam dan lepuhan yang menyebar ke seluruh tubuh. Dalam kondisi normal, penyakit ini bisa ditangani. Namun di Gaza, situasinya jauh berbeda.

Di tempat pengungsian yang sesak, virus menyebar melalui udara dan sentuhan—nyaris tak terhindarkan.

Nermin, seorang ibu pengungsi di Gaza utara, hanya bisa menyaksikan kondisi putranya yang berusia lima tahun memburuk dalam hitungan hari. Awalnya hanya bintik kecil di kulit, namun dengan cepat menyebar hingga menutupi hampir seluruh tubuhnya.

Yang paling menyakitkan, kata Nermin, bukan sekadar penyakit itu sendiri—melainkan ketiadaan pengobatan. Tanpa akses obat atau perawatan, ia tak punya pilihan selain mengompres tubuh anaknya dengan air dingin; mencoba meredakan rasa sakit.

Umm Ahmad menghadapi hal serupa. Putrinya, Sujood (3), tak bisa tidur karena gatal hebat. Di tengah krisis air bersih, ia tetap berusaha menjaga kebersihan anaknya.

“Saya takut kondisinya semakin parah. Kami bahkan kekurangan air, apalagi obat,” ujarnya.

Lebih memprihatinkan lagi, Umm Youssef harus melihat dua anaknya jatuh sakit hampir bersamaan. Mereka tinggal di satu ruangan sempit bersama lebih dari 20 orang.

“Anak-anak terus bermain bersama. Tidak mungkin mencegah penularan,” katanya. “Sekarang dua anak saya sudah tertular. Saya takut yang lain akan menyusul.”

Peningkatan Tajam Penyakit Menular

Direktur Rumah Sakit Anak Al-Rantisi, Dr. Jamil Suleiman, mengonfirmasi peningkatan tajam penyakit menular, terutama cacar air. Menurutnya, kondisi lingkungan yang buruk dan kepadatan ekstrem menjadi faktor utama penyebaran.

“Cacar air memang mudah menular, tapi dalam kondisi seperti ini, risikonya jauh lebih besar,” jelasnya.

Ia menambahkan, masalah kesehatan di Gaza tidak hanya terbatas pada cacar air. Penyakit kulit lain juga meningkat akibat polusi lingkungan, maraknya tikus dan serangga, serta limbah yang tidak tertangani.

Pemerintah Kota Gaza sebelumnya memperingatkan bahwa sekira 350.000 meter kubik sampah dan puing menumpuk di kota; menjadi lingkungan yang sangat rentan penyebaran penyakit.

Kerusakan infrastruktur memperparah situasi. Populasi tikus dan serangga meningkat, sementara petugas kebersihan tidak mampu menangani krisis karena keterbatasan sumber daya.

Para ahli memperingatkan, tanpa penanganan cepat, krisis ini bisa berkembang menjadi wabah yang lebih luas. Memburuknya kondisi lingkungan tanpa intervensi darurat akan mempercepat penyebaran penyakit.

Di tengah agresi genosida, kemiskinan, dan lingkungan yang tidak aman, wabah cacar air menjadi ancaman baru yang langsung menyasar anak-anak—generasi paling rentan di Gaza.

Jika tidak segera diatasi, kombinasi krisis ini bukan hanya merusak kesehatan saat ini, tetapi juga mengancam masa depan seluruh generasi.  Perbaikan akses layanan kesehatan sangat dibutuhkan. (PIC)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami