Beranda / Palestina / Wabah Kudis Berbahaya Menyebar Luas di Penjara Penjajah ‘Israel’
Kabar Palestina
30 Mei 2026

Wabah Kudis Berbahaya Menyebar Luas di Penjara Penjajah ‘Israel’

Wabah Kudis Berbahaya Menyebar Luas di Penjara Penjajah ‘Israel’
Bagikan:

GAZA (PIC) – Lembaga Tawanan Palestina memperingatkan adanya wabah kudis yang berbahaya dan menyebar cepat di sejumlah penjara penjajah ‘Israel’. Mereka menilai kondisi tersebut telah berubah menjadi bencana kesehatan bagi para tawanan Palestina.

Lembaga itu mengungkapkan bahwa puluhan kunjungan pengacara selama April hingga Mei 2026 menemukan kondisi kesehatan tawanan yang terus memburuk. Sementara akses terhadap pengobatan dasar sangat minim.

Menurut laporan tersebut, Penjara Ofer, Megiddo, Negev, dan Ganot menjadi lokasi dengan penyebaran kudis paling parah.

Di beberapa sel yang padat, sekitar delapan tawanan harus berbagi ruangan, dan sedikitnya tiga orang di antaranya dilaporkan terinfeksi kudis.

Para tawanan di Penjara Megiddo disebut mengalami rasa sakit hebat dan gangguan kesehatan serius tanpa penanganan medis yang memadai.

Lembaga tersebut juga menyebut sejumlah tawanan mengalami infeksi berulang akibat buruknya kondisi penahanan. Bahkan, ada tawanan yang menderita kudis lebih dari lima bulan tanpa pengobatan efektif.

Selain kudis, para tawanan dilaporkan mengalami bisul, luka bernanah, dan infeksi kulit parah. Banyak di antara mereka tidak bisa tidur akibat rasa gatal dan sakit yang terus-menerus. Sebagian tawanan bahkan kesulitan bergerak karena kondisi fisik yang semakin memburuk.

Tekanan psikologis di dalam penjara juga disebut mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Beberapa tawanan dikabarkan hanya berharap bisa sembuh dari penyakit yang mereka derita.

Lembaga itu menilai wabah dipicu oleh kepadatan sel, buruknya sanitasi, minim ventilasi dan sinar matahari, serta kurangnya pakaian dan perlengkapan dasar. Beberapa tawanan bahkan terpaksa mengenakan pakaian basah di dalam sel.

Mereka menyebut penjajah sengaja membatasi kunjungan resmi terhadap tawanan yang terinfeksi kudis untuk menutupi besarnya krisis kesehatan di dalam penjara.

Menurut lembaga tersebut, penyakit dan kelalaian medis digunakan sebagai bentuk pembunuhan perlahan terhadap tawanan Palestina.

Sejak genosida Gaza dimulai, sedikitnya 89 tawanan Palestina dilaporkan meninggal dalam tahanan ‘Israel’.

Lembaga itu mendesak WHO dan komunitas internasional segera turun tangan menghentikan kejahatan medis terhadap para tawanan Palestina. (PIC)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami