GAZA (Satu Garis Depan) — Di tengah ancaman krisis sanitasi yang semakin parah menjelang musim panas, Yayasan KITA menyalurkan paket sanitasi dan kebersihan (hygiene kits) kepada 45 keluarga muhajirin di Shelter Al Somod, kawasan Al Zarqa, Gaza Utara, pada 22–24 Mei 2026. Program ini diperkirakan menjangkau 225–270 jiwa sebagai penerima manfaat.
Penyaluran dilakukan secara langsung ke dalam tenda masing-masing keluarga selama tiga hari, bekerja sama dengan mitra pelaksana di lapangan, dr. Mokhlis Al Adham.
Krisis di Balik Tenda
Kondisi kesehatan lingkungan di kamp-kamp muhajirin Gaza memburuk dengan cepat. Hampir 90% infrastruktur air dan sanitasi di Gaza telah rusak atau hancur akibat perang, berdasarkan laporan UNRWA.
Data OCHA per 17 April 2026 mencatat hama terlihat di 81% dari 1.644 situs pengungsian yang dipantau, berdampak pada sekitar 1,45 juta jiwa.
Jumlah infeksi kulit di lokasi kamp milik PBB melonjak tiga kali lipat hanya dalam beberapa bulan — dari sekitar 3.000 kasus pada Januari, menjadi 10.000 kasus pada awal 2026.
WHO memperkirakan telah terjadi 17.000 kasus infeksi terkait hama dan parasit sepanjang tahun ini. Dokter-dokter di Gaza mewaspadai penyebaran leptospirosis, skabies, hingga penyakit pencernaan akibat kontaminasi makanan.
Shelter Al Somod dipilih karena berada di salah satu wilayah Gaza Utara yang paling parah terdampak, sekaligus tengah menghadapi penyebaran penyakit kulit di kalangan penghuninya.
Isi Paket, Satu per Keluarga
Setiap paket dirancang untuk kebutuhan sanitasi dasar yang menyeluruh: sampo, sabun mandi, deterjen cuci, tisu basah, cairan disinfektan, perangkap tikus, serta sejumlah item pelengkap sesuai kondisi lapangan. Pilihan item-item ini secara langsung merespons dua ancaman utama: penyakit kulit dan serangan hama pengerat.
“Para keluarga merasa bersyukur menerima paket kebersihan ini pada saat seperti sekarang — di musim panas,” ungkap dr. Mokhlis Al Adham, mitra pelaksana Yayasan KITA di Gaza.
Beliau juga menyampaikan, “Jazakumullahu khairan, wahai Yayasan KITA dan masyarakat Indonesia.”
Amanah yang Tersalurkan
Penyaluran tepat di awal musim panas ini sangat krusial — periode di mana risiko penyakit kulit dan serangan hama mencapai puncaknya. Di tengah runtuhnya infrastruktur sanitasi berskala besar, dukungan langsung di tingkat keluarga menjadi salah satu cara paling cepat dan efektif untuk menekan risiko penyakit.
Program ini adalah bukti nyata bahwa kepedulian masyarakat Indonesia sanggup hadir di garis terdepan penderitaan — menembus blokade, menembus jarak, langsung ke dalam tenda saudara-saudara kita di Gaza.
Keluarga di Gaza masih membutuhkan kita.
Krisis sanitasi belum berakhir. Ribuan keluarga lain di Gaza masih berjuang melawan penyakit, hama, dan ketiadaan air bersih — dalam panas musim panas yang terik. Yayasan KITA terus berkhidmat, dan setiap infaq Anda adalah bagian dari garis perjuangan itu.

Satu Garis Depan, Satu Keluarga.