Beranda / Palestina / Dikepung Serangga dan Panas Membara: Warga Gaza Berjuang Menjaga Tepung Tetap Layak Konsumsi
Kabar Palestina
14 Agu 2026

Dikepung Serangga dan Panas Membara: Warga Gaza Berjuang Menjaga Tepung Tetap Layak Konsumsi

Dikepung Serangga dan Panas Membara: Warga Gaza Berjuang Menjaga Tepung Tetap Layak Konsumsi
Bagikan:

GAZA (PIC) – Mendapatkan sekarung tepung di Gaza bukan lagi berarti berakhirnya kesulitan sebuah keluarga. Justru, itu menjadi awal tantangan baru: bagaimana menjaga tepung tetap layak dikonsumsi.

Suhu yang terus meningkat, ketiadaan listrik, dan minimnya sarana penyimpanan yang layak bagi sebagian besar pengungsi membuat tepung menjadi tempat berkembang biaknya serangga. Kondisi ini mengancam sumber pangan utama ribuan keluarga yang sejak awal sudah menghadapi kelangkaan bahan makanan.

Di dalam tenda dan pusat-pusat pengungsian, keluarga terpaksa mencari tempat yang paling sejuk dan kering untuk menyimpan tepung. Namun, panas dan kelembapan musim panas mempercepat kerusakannya.

Di antara kekhawatiran tepung rusak dan ketidakmampuan menggantinya, warga menjalani perjuangan setiap hari untuk menyelamatkan sisa makanan yang mereka miliki.

Mohammad Al-Arbalshi, seorang pengungsi dari Gaza, mengatakan mendapatkan satu karung tepung kini sudah menjadi pencapaian tersendiri. Namun, kekhawatiran sebenarnya dimulai setelah tepung dibawa masuk ke tenda.

“Kami kini lebih mengkhawatirkan karung tepung daripada apa pun. Begitu mendapatkannya, perjuangan menjaganya dimulai. Namun, panas di dalam tenda membuat serangga cepat berkembang. Kehilangan satu kilogram tepung saja terasa menyakitkan. Karena tidak punya pengganti, kami menghabiskan berjam-jam untuk mengayak dan membersihkannya agar tidak perlu membuangnya,” ujarnya kepada reporter PIC.

Perjuangan Sehari-hari

Um Ahmad Al-Saleh membenarkan bahwa menjaga tepung tetap layak konsumsi kini telah menjadi bagian dari keseharian di dalam tenda.

“Saya menaruh tepung di tempat paling sejuk di dalam tenda dan menutupnya rapat-rapat. Namun, panas masuk dari segala arah. Beberapa hari kemudian, saya menemukan kumbang tepung mulai berkembang di dalamnya. Saya pun mengayaknya berulang kali sebelum mengolahnya karena takut tepung itu rusak seluruhnya,” katanya.

Ratusan ribu warga Palestina kini hidup di tenda-tenda usang yang tidak mampu melindungi mereka dari panas musim panas maupun dinginnya musim dingin. Kondisi itu terjadi setelah serdadu pendudukan ‘Israel’ menghancurkan sekitar 90 persen rumah di Gaza selama 34 bulan genosida.

Ahli gizi klinis Maysoon Musleh memperingatkan agar tepung tidak dikonsumsi jika telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Menurutnya, suhu tinggi dan buruknya kondisi penyimpanan meningkatkan risiko pertumbuhan jamur dan berkembangnya serangga.

“Jika hanya terdapat serangga di dalam tepung, tepung masih dapat dibersihkan dan diayak dengan baik untuk digunakan, selama tidak terkena kelembapan, tidak muncul jamur, serta tidak mengalami perubahan bau atau warna. Jika terjadi perubahan tersebut, tepung dapat membahayakan kesehatan konsumen,” jelasnya.

Ia juga menyarankan agar tepung disimpan dalam wadah bersih dan tertutup rapat, tidak mencampurkan tepung lama dengan yang baru, serta menempatkannya di tempat sekering dan sesejuk mungkin. Tepung yang lebih lama juga sebaiknya digunakan terlebih dahulu untuk mengurangi risiko kerusakan.

Musleh menegaskan bahwa kondisi luar biasa yang dihadapi warga Gaza membuat menjaga makanan tetap aman menjadi tantangan setiap hari. Ia menyerukan peningkatan pemahaman mengenai cara penyimpanan makanan yang tepat, terutama di tengah ketiadaan listrik dan suhu yang tinggi.

Krisis tepung di Gaza bukan sekadar persoalan kekurangan jumlah pasokan, tetapi juga menyangkut sulitnya mempertahankan bantuan pangan yang berhasil sampai ke tangan keluarga.

Di tengah pengungsian yang terus berlangsung dan ujian kehidupan yang semakin berat, bahkan sepotong roti kini terancam sebelum sempat tiba di meja makan.

Krisis ini menunjukkan sisi lain kondisi kemanusiaan di Gaza. Warga bukan hanya berjuang mendapatkan makanan, tetapi juga berjuang mempertahankannya agar tetap bisa dimakan, di tengah panas musim panas, keterbatasan sumber daya, dan krisis yang terus menghantam hampir setiap aspek kehidupan. (PIC)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami