Tank dan kendaraan serdadu ‘Israel’ dikerahkan, sementara sejumlah kendaraan militer lainnya, helikopter, dan drone berpatroli di dekat pagar pembatas Gaza setelah gencatan senjata diberlakukan serta serdadu zionis ditarik ke dalam garis kuning, 14 Oktober 2025. [Mostafa Alkharouf – Anadolu Agency]
GAZA (Middle East Monitor) – Ahad (16/8/2026), Hamas menyerukan penarikan penuh serdadu penjajah ‘Israel’ dari Gaza serta penghentian pembunuhan terhadap warga Palestina yang terus dilakukan zionis ‘Israel’.
Seruan itu disampaikan dalam pernyataan setelah delegasi Hamas menggelar pembicaraan di Kairo dengan para mediator mengenai peta jalan tahap kedua kesepakatan gencatan senjata di Gaza.
Menurut sumber Palestina yang berbicara kepada Anadolu dengan syarat anonim, delegasi Hamas yang dipimpin Kepala Biro Politik Hamas, Khalil al-Hayya, bertemu di Kairo dengan Jared Kushner, utusan Presiden AS Donald Trump sekaligus menantunya.
Dalam pernyataannya, Hamas mengatakan, “Di bawah fasilitasi Mesir, delegasi pimpinan Hamas yang dipimpin Khalil al-Hayya bertemu dengan perwakilan negara-negara mediator dan penjamin kesepakatan gencatan senjata di Gaza.”
Hamas menyatakan telah menyepakati peta jalan tahap kedua dari rencana Presiden Donald Trump.
Persetujuan tersebut, menurut Hamas, didasarkan pada kepentingan rakyat Palestina serta keinginan untuk mencapai gencatan senjata permanen, menarik sepenuhnya serdadu ‘Israel’ dari Gaza, dan memastikan bantuan kemanusiaan yang mendesak serta berkelanjutan.
Hamas juga mendesak para mediator dan “Dewan Perdamaian” untuk menjalankan tanggung jawab mereka.
Terutama memaksa zionis ‘Israel’ memenuhi seluruh komitmennya pada tahap pertama, menghentikan semua pelanggaran, mengakhiri pembunuhan dan serbuan, serta menyetujui peta jalan tahap kedua. (Middle East Monitor)