Beranda / Palestina / Krisis Air di Wilayah Gaza: 96 Persen Air Tanah Tercemar dan Tak Layak Digunakan
Kabar Palestina
30 Apr 2026

Krisis Air di Wilayah Gaza: 96 Persen Air Tanah Tercemar dan Tak Layak Digunakan

Krisis Air di Wilayah Gaza: 96 Persen Air Tanah Tercemar dan Tak Layak Digunakan
Bagikan:

GAZA (PIC) – Menjelang musim panas, Gaza menghadapi krisis air yang kian parah pada ublic yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kerusakan luas infrastruktur akibat agresi zionis ‘Israel’ ditambah merosotnya ketersediaan air layak pakai, mendorong lebih dari dua juta warga ke ambang krisis keamanan air paling berbahaya di kawasan.

Masalahnya bukan sekadar air yang sulit didapat. Bahkan ketika air tersedia, kualitasnya sering kali tidak layak minum—bahkan tidak aman untuk digunakan sehari-hari.

Data UNICEF menunjukkan lebih dari 90 persen air di Gaza tidak layak konsumsi, akibat tingginya kadar garam, pencemaran dari limbah, serta penurunan kualitas akuifer pesisir yang telah berlangsung lama.

Pasca agresi penjajah, situasi memburuk ublic. Jaringan distribusi air, stasiun pompa, hingga fasilitas desalinasi mengalami kerusakan berat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dampaknya, kapasitas operasional sektor air turun ke titik kritis.

Tingkat Keparahan yang Tinggi

Penilaian Program Pembangunan PBB (UNDP) dan Bank Dunia menunjukkan sebagian besar infrastruktur Gaza mengalami keruntuhan. Banyak fasilitas air dan sanitasi rusak atau hancur, yang langsung memukul jumlah dan kualitas air yang tersedia.

Jika sebelum perang rata-rata konsumsi air per orang mencapai 80–85 liter per hari, kini di banyak wilayah hanya tersisa 3–5 liter. Di Gaza Utara, angka itu bahkan sekitar 5,7 liter, dan dalam kondisi pengungsian ekstrem bisa turun hingga 1,5–2 liter per hari—jauh di bawah standar minimum global.

UNICEF juga mencatat 90 persen penduduk tidak memiliki akses aman terhadap air minum, sementara 96 persen air tanah telah tercemar dan tidak layak digunakan. Akibatnya, warga terpaksa bergantung pada sumber air yang tidak aman atau hanya diolah secara terbatas.

Otoritas Air Palestina menegaskan krisis ini bukan lagi sekadar kekurangan pasokan, melainkan hampir runtuh totalnya sistem air, disertai gangguan operasional parah yang mengancam kesehatan ublic dan ketahanan pangan.

Air di Gaza kini bukan lagi layanan dasar—melainkan sumber daya darurat yang langka.

Musim Panas: Kebutuhan Naik, Pasokan Menyusut

Memasuki musim panas, kebutuhan air meningkat tajam. Namun di Gaza, lonjakan ini justru berhadapan dengan kelangkaan ekstrem.

“Di musim panas, kami butuh air dua kali lipat, tapi untuk minum saja tidak cukup. Kami terpaksa membeli air dengan harga mahal,” kata Umm Luay (37).

Hal senada diungkapkan Abu Mohammad (50). Air yang sampai ke kamp-kamp pengungsian tidak selalu bisa diandalkan, namun tetap menjadi satu-satunya pilihan yang tersedia.

Banyak warga kini membeli air dari truk tangki atau stasiun desalinasi swasta. Namun solusi ini mahal dan kualitasnya tidak selalu terjamin, menambah beban ekonomi keluarga yang sudah terhimpit.

Ancaman Kesehatan yang Kian Nyata

Anak-anak menjadi kelompok paling rentan. Kekurangan air bersih berdampak langsung pada pertumbuhan dan kesehatan mereka, sekaligus meningkatkan risiko penyakit, terutama di wilayah padat penduduk.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa pencemaran air, ditambah suhu yang meningkat, mempercepat penyebaran penyakit berbasis air, seperti diare akut dan dehidrasi pada anak.

Dokter di Gaza melaporkan lonjakan kasus infeksi saluran pencernaan selama musim panas—sebagian besar dipicu penggunaan air yang tidak aman atau tidak diolah dengan baik.

Di tengah dampak agresi penjajah yang belum mereda dan suhu yang terus meningkat, krisis air di Gaza kini menjadi ancaman nyata yang hadir setiap hari.

Di antara infrastruktur yang runtuh dan sumber daya yang menipis, warga menghadapi kenyataan nan berat: akses air bersih bukan lagi kepastian, melainkan perjuangan sehari-hari untuk bertahan. (PIC)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami