Beranda / Palestina / Meski Dihalangi Penjajah, 70 Ribu Orang Melaksanakan Shalat Jum’at di Masjidil Aqsha
Kabar Palestina
25 Apr 2026

Meski Dihalangi Penjajah, 70 Ribu Orang Melaksanakan Shalat Jum’at di Masjidil Aqsha

Meski Dihalangi Penjajah, 70 Ribu Orang Melaksanakan Shalat Jum’at di Masjidil Aqsha
Bagikan:

BAITUL MAQDIS (PIC) – Sekira 70 ribu jamaah melaksanakan shalat Jum’at di Masjidil Aqsha di tengah pembatasan yang diberlakukan penjajah zionis di sekitar Kota Tua Baitul Maqdis dan gerbang-gerbangnya.

Pemerintah Provinsi Baitul Maqdis melaporkan bahwa serdadu penjajah mengusir warga Palestina yang mereka larang memasuki masjid.

Penjajah mengawal warga keluar dari tembok Kota Tua, dan menghalangi mereka shalat di tempat suci tersebut.

Dalam perkembangan terkait, penjajah menjatuhkan denda kepada sepeda motor yang diparkir di dekat Gerbang Herodes; sebagai tindakan sewenang-wenang yang menargetkan para jamaah Muslim.

Para kelompok Palestina mendorong masyarakat berbondong-bondong ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis guna melaksanakan shalat Jumat. Seruan ini sebagai respons atas meningkatnya serangan oleh pasukan dan pemukim ilegal ‘Israel’.

Seruan tersebut menekankan pentingnya mempertahankan kehadiran yang berkelanjutan di Masjidil Aqsha guna melindunginya dari berbagai upaya yang semakin meningkat untuk mengubah identitasnya.

Mereka juga menekankan bahwa foto berkumpulnya jamaah Muslim di Masjidil Aqsha – dalam jumlah sangat besar – mengirimkan pesan yang kuat untuk membelanya serta menegaskan hak-hak keagamaan dan historis Palestina atas masjid tersebut.

Hal ini terjadi di tengah peringatan meningkatnya serangan pemukim ilegal, di mana mereka mencuri-curi kesempatan untuk melaksanakan rencana yang bertujuan mengubah status quo Masjidil Aqsha.

Khatib Masjidil Aqsha, Syaikh Ikrima Sabri, mengatakan bahwa serangan pemukim ilegal ke halaman tempat suci tersebut – dengan praktik-praktik provokatif – merupakan bagian dari upaya berulang untuk memaksakan realitas baru.

Ia mencatat bahwa serangan-serangan tersebut bukanlah yang pertama dan tidak akan menjadi yang terakhir.

Ia menambahkan bahwa selama serangan-serangan itu, para pemukim ilegal melakukan ritual Talmud, mengibarkan bendera ‘Israel’, dan melakukan aktivitas tercela di dalam halaman Masjidil Aqsha. (PIC)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami