Beranda / Suriah / Miliki Ikatan Historis yang Kuat, Turkiye Tak Akan Biarkan Kondisi Suriah Kembali Kacau
Kabar Suriah
13 Des 2025

Miliki Ikatan Historis yang Kuat, Turkiye Tak Akan Biarkan Kondisi Suriah Kembali Kacau

Miliki Ikatan Historis yang Kuat, Turkiye Tak Akan Biarkan Kondisi Suriah Kembali Kacau
Bagikan:

TURKIYE (Middle East Monitor) – Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, Rabu (10/12/2025) menegaskan bahwa Ankara tidak akan membiarkan Suriah kembali mengalami keadaan kacau.

Fidan menekankan bahwa perkembangan di Suriah secara langsung memengaruhi keamanan dan stabilitas Turkiye, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Anadolu.

Fidan berbicara pada pembukaan konferensi yang diselenggarakan oleh Yayasan Penelitian Politik, Ekonomi, dan Sosial (SETA) yang berjudul “Suriah Setelah Satu Tahun: Pemulihan dan Rekonstruksi”.

Fidan mengatakan Suriah tidak dapat dibagi dengan dalih membangun sistem federal, lalu rakyatnya tidak dapat ditindas dengan kedok mencapai persatuan.

Ia menekankan bahwa Turkiye tidak dapat mentolerir kembalinya Suriah ke dalam kekacauan. Kekacauan di Irak dan Suriah selama tiga dekade terakhir telah menimbulkan biaya yang luar biasa dan sangat besar bagi Turkiye.

Secara terbuka Fidan juga mengkritik zionis ‘Israel’. Ia mengatakan bahwa zionis seharusnya tidak mendasarkan keamanannya pada destabilisasi negara lain.

“Masalah terbesar di kawasan ini adalah ‘Israel’ melihat Suriah sebagai area untuk diekspansi,” tambahnya.

Fidan mencatat bahwa Suriah dan Turkiye telah hidup berdampingan selama berabad-abad di bawah kekaisaran Seljuk dan Utsmaniyah.

Ikatan sejarah yang mendalam ini sempat menegang dengan munculnya negara-negara bangsa (nation state) modern.

Ia mengatakan bahwa realitas sosial, geografis, dan historis tidak dapat diubah, seraya menyoroti pentingnya Suriah secara budaya, historis, komersial, dan strategis bagi Turkiye.

Fidan berpendapat bahwa jalan yang ditempuh Suriah setelah Musim Semi Arab berasal dari rezim minoritas yang represif yang berpusat pada Bashar al-Assad. Komunitas internasional – khususnya negara-negara Barat – awalnya mendukung jalur tersebut.

“Turkiye berdiri bersama rakyat yang tertindas. Kita harus berdiri di sisi sejarah yang benar; secara moral dan logika,” tegasnya. (Middle East Monitor)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami