Caption foto: Serdadu zionis berkeliaran di kawasan Al Hamadyeh, Provinsi Quneitra, yang terletak di Dataran Tinggi Golan, Suriah, pada 6 Januari 2025. [Santiago Montag – Anadolu Agency]
SURIAH (Middle East Monitor) – Duta Besar Suriah untuk PBB, Ibrahim al-Albi, menegaskan kembali bahwa Dataran Tinggi Golan adalah wilayah Suriah yang diduduki.
Ia menolak anggapan zionis ‘Israel’ bahwa keterlibatan Suriah dalam pembicaraan keamanan dapat ditafsirkan sebagai pengabaian hak kedaulatan atas wilayah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan al-Albi dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang membahas perkembangan terbaru di Timur Tengah.
“Dataran Tinggi Golan yang diduduki adalah tanah Suriah. ‘Israel’ jelas salah jika menganggap partisipasi kami dalam pembicaraan keamanan bermakna pengabaian hak-hak rakyat Suriah,” tegasnya di hadapan anggota DK PBB.
Al-Albi juga mengungkapkan bahwa ia baru-baru ini melakukan kunjungan lapangan ke wilayah selatan Suriah.
Dalam kunjungan tersebut, ia mendengarkan langsung kesaksian warga mengenai penderitaan yang mereka alami akibat serangan ‘Israel’ yang terus berulang.
Lebih lanjut, ia menyebut militer ‘Israel’ melakukan tindakan berbahaya dengan menyemprotkan zat-zat yang tidak diketahui dari udara.
Ia mengungkapkan, pesawat perang ‘Israel’ telah beberapa kali menyemprotkan zat misterius di wilayah Provinsi Quneitra; yang menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan warga sipil.
Selain itu, al-Albi menuding ‘Israel’ terus memainkan peran merusak melalui provokasi internal dengan slogan-slogan palsu untuk memecah belah rakyat Suriah.
Ia menegaskan bahwa rakyat Suriah menyadari skema tersebut. Ia pun kembali menyerukan penghentian kehadiran serdadu zionis di zona pemisahan secara ilegal sejak 8 Desember 2024. (Middle East Monitor)