Beranda / Suriah / Pengadilan Suriah Vonis Mati Sepupu Assad atas Kejahatan terhadap Kemanusiaan
Kabar Suriah
18 Agu 2026

Pengadilan Suriah Vonis Mati Sepupu Assad atas Kejahatan terhadap Kemanusiaan

Pengadilan Suriah Vonis Mati Sepupu Assad atas Kejahatan terhadap Kemanusiaan
Bagikan:

Pemandangan gedung bersejarah Istana Kehakiman, yang menaungi berbagai pengadilan dan kantor hukum, di pusat Damaskus, Suriah, 18 Agustus 2026. [Izz Aldien Alqasem – Anadolu Agency]

SURIAH (Middle East Monitor) – Pengadilan Suriah, Selasa (18/8/2026), menjatuhkan hukuman mati kepada Wassim al-Assad – sepupu mantan diktator Bashar al-Assad yang telah dilengserkan – atas kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kantor berita SANA melaporkan, Pengadilan Pidana Keempat Damaskus juga memerintahkan penyitaan seluruh aset bergerak dan tidak bergerak milik Wassim untuk diserahkan kepada kas negara.

Vonis tersebut dijatuhkan dalam sidang keenam perkara Wassim. Ia didakwa atas sejumlah kejahatan, termasuk membentuk dan memimpin kelompok bersenjata ilegal sejak awal 2011 atas perintah Ghiath Dalla, komandan salah satu brigade Divisi Keempat yang dipimpin Maher al-Assad, saudara Bashar.

Menurut SANA, kelompok-kelompok tersebut terlibat dalam operasi bersenjata yang menyasar wilayah sipil di Ghouta Timur, Suriah barat daya, terutama Kota Mleiha, hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa di kalangan warga sipil.

Wassim juga didakwa atas perdagangan narkoba dan pembunuhan berencana. Pasukan keamanan Suriah menangkapnya pada 21 Juni 2025 di dekat perbatasan Suriah-Lebanon. Persidangannya dimulai pada 24 Juni.

Pekan lalu, pengadilan Suriah menjatuhkan hukuman mati secara in absentia kepada Bashar al-Assad dan saudaranya, Maher, setelah keduanya dinyatakan bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan dan sejumlah pelanggaran lainnya.

Bashar al-Assad, yang memerintah Suriah selama hampir 25 tahun, melarikan diri ke Rusia pada 8 Desember 2024.

Kepergiannya mengakhiri kekuasaan Partai Baath yang telah berlangsung selama puluhan tahun sejak 1963. Pemerintahan transisi yang dipimpin Presiden Ahmad al-Sharaa kemudian dibentuk pada Januari 2025. (Middle East Monitor)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami