Beranda / Yaman / Puluhan Organisasi: Yaman Mengalami Krisis Pangan Terbesar Ketiga di Dunia
Kabar Yaman
9 Des 2025

Puluhan Organisasi: Yaman Mengalami Krisis Pangan Terbesar Ketiga di Dunia

Puluhan Organisasi: Yaman Mengalami Krisis Pangan Terbesar Ketiga di Dunia
Bagikan:


YAMAN (Al Jazeera) – Lebih dari 30 organisasi internasional dan lokal yang bekerja di Yaman menyatakan pada hari Kamis (16/10) lalu bahwa Yaman tengah mengalami krisis pangan terbesar ketiga di dunia. Setengah dari total penduduk menghadapi kelaparan, dan setengah dari anak-anak di bawah usia lima tahun menderita gizi buruk kronis.

Dalam sebuah pernyataan bersama, organisasi-organisasi tersebut menjelaskan bahwa “Yaman sedang mengalami krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.” Mereka menunjukkan bahwa satu dari setiap tiga keluarga menghadapi tingkat ketidakamanan pangan (kekurangan pangan) yang sedang hingga parah.

Organisasi-organisasi tersebut, yang di antaranya adalah Save the Children, CARE, Oxfam, dan Danish Refugee Council (Dewan Pengungsi Denmark), menyerukan tindakan internasional yang mendesak untuk menghadapi krisis kelaparan yang semakin memburuk di Yaman. Mereka mendesak para donatur (negara dan lembaga pemberi bantuan) untuk meningkatkan upaya mereka bersamaan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia.

Situasi yang Mengkhawatirkan

Pernyataan bersama itu menegaskan bahwa “Yaman mengalami krisis kemanusiaan yang tidak pernah terjadi sebelumnya, dengan terus bertambahnya jumlah orang yang menderita kekurangan pangan. Satu dari setiap tiga keluarga menghadapi tingkat kelaparan yang sedang hingga parah.”

Pernyataan tersebut memperkirakan bahwa tingkat gizi buruk akan mencapai tahap yang sangat kritis di provinsi Hudaydah dan Taiz, dengan kemungkinan meningkatnya angka gizi buruk akut antara 15% hingga 30% pada tahun 2026. Hal ini mengancam akan menghancurkan kemajuan yang telah dicapai selama satu dekade terakhir dalam aspek ini.

Sumber: Al Jazeera YouTube Channel.

Konteks Krisis

Yaman telah mengalami tragedi kemanusiaan selama lebih dari satu dekade akibat perang yang menghancurkan infrastruktur (jalan, jembatan, rumah sakit, sekolah, dll) dan membuat keluarga-keluarga kehilangan sumber penghasilan. Ditambah lagi dengan bencana iklim yang melanda sektor pertanian, sehingga mendorong jutaan orang ke ambang kelaparan.

Situasi ini semakin diperparah setelah banyak organisasi internasional menarik diri dan program-program bantuan kemanusiaan dihentikan, yang meningkatkan risiko kelaparan di beberapa provinsi Yaman. (Al Jazeera)


Kita Semua Bersaudara

Di tengah kenyamanan hidup kita, saudara-saudara kita di Yaman tengah berjuang melawan kelaparan. Anak-anak yang seharusnya bermain kini menghadapi kekurangan gizi, ibu-ibu kebingungan mencari sesuap nasi untuk keluarganya. Rasulullah ﷺ bersabda, “Perumpamaan orang-orang beriman dalam kasih sayang mereka bagaikan satu tubuh. Apabila ada satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan merasakan demam.” (HR. Muslim)

Meski tidak bisa langsung ke Yaman, kita bisa panjatkan doa di sujud kita, di sepertiga malam, untuk saudara-saudara kita yang kelaparan. Bicarakan kondisi mereka dengan keluarga dan komunitas kita. Jangan biarkan berita ini berlalu begitu saja.

Ketika menatap piring makan yang penuh, ingatlah jutaan saudara kita yang tidur dalam kelaparan. Yaman membutuhkan kita semua—setidaknya dalam doa, setidaknya dalam kepedulian. “Barangsiapa yang tidak menyayangi manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami