URUMQI, TURKISTAN TIMUR (East Turkistan Press) – Universitas Penerbangan dan Luar Angkasa Beijing yang masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat dan Kanada telah membuka laboratorium baru di Turkistan Timur (Xinjiang).
Upacara pembukaan “Laboratorium Peralatan Pintar Kunlun” yang merupakan hasil kerja sama antara universitas tersebut dengan rezim komunis Cina di wilayah yang mereka sebut “Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang” dilaksanakan pada Selasa 20 Januari lalu di Aksu.
Perjanjian kerja sama strategis antara universitas tersebut dengan pemerintahan regional telah ditandatangani pada 25 Agustus tahun lalu di Urumqi. Dalam perjanjian tersebut diumumkan bahwa sebuah laboratorium berbasis teknologi tinggi akan dibangun di Turkistan Timur. Kini dilaporkan bahwa laboratorium tersebut telah selesai dibangun dan resmi beroperasi.
Delegasi yang dipimpin oleh Rektor Universitas Penerbangan dan Luar Angkasa Beijing, Wang Yunpeng, yang sebelumnya sudah melakukan kunjungan ke Turkistan Timur minggu lalu. Upacara pembukaan juga dihadiri oleh pejabat tinggi rezim komunis Cina di wilayah tersebut.
Wang mengungkapkan bahwa ke depannya akan dilakukan penelitian di bidang sistem tanpa awak, teknologi penerbangan ketinggian rendah, ekstraksi energi berkapasitas tinggi, material canggih, dan robotika.
Tujuan: Memperkuat Penjajahan Cina
Berdasarkan laporan terkait, laboratorium ini secara khusus menargetkan pengembangan teknologi untuk mempercepat dan memperluas skala pemindahan sumber daya alam yang dijarah dari Turkistan Timur ke wilayah-wilayah dalam Cina. Wang Yunpeng menekankan bahwa teknologi canggih seperti transportasi batu bara jarak jauh dengan kendaraan berat tanpa pengemudi, peralatan pintar ketinggian rendah, dan sistem kontrol akan diterapkan secara luas.
Universitas Penerbangan dan Luar Angkasa Beijing yang memainkan peran kunci dalam penelitian penerbangan, kecerdasan buatan, dan militer Cina, telah dimasukkan ke dalam daftar institusi yang mengancam keamanan nasional oleh Departemen Perdagangan AS pada tahun 2001. Pemerintah Kanada juga memasukkan universitas ini ke dalam daftar hitam pada Januari 2024 dengan alasan ancaman terhadap keamanan nasional.
Genosida Diperdalam dengan Kecerdasan Buatan
Koordinator Siaran Turki Istiqlal TV, Muhammed Ali Atayurt, mengomentari masalah ini:
“Laboratorium yang didirikan di Aksu ini adalah salah satu institusi yang memberikan dukungan teknologi untuk kebijakan genosida Cina di Turkistan Timur. Diketahui bahwa universitas dan pusat penelitian Cina memperkuat mekanisme penindasan mereka dengan sistem seperti pengenalan wajah, kecerdasan buatan, dan pengumpulan data genetik.
Selain itu, pembukaan laboratorium oleh universitas Cina yang berada di bawah sanksi di Turkistan Timur menunjukkan bahwa Beijing tidak hanya menggunakan wilayah ini sebagai arena penindasan, tetapi juga sebagai area uji coba teknologi. Ini adalah bukti nyata bahwa genosida kini diperdalam dengan kecerdasan buatan dan sistem tanpa awak.”
Keluarga kita di Turkistan Timur terus menghadapi penindasan sistematis yang kini semakin canggih dengan teknologi. Laboratorium ini bukan sekadar pusat penelitian—ia adalah instrumen baru dalam genosida yang sedang berlangsung.

Infaq Anda adalah tanda cinta solidaritas nyata untuk saudara-saudara kita di Turkistan Timur. Bersama kita adalah Satu Garis Depan.
INFAQ SEKARANG untuk program Ifthar Garis Depan bersama keluarga kita muslim Uyghur:

Karena pembebasan Baitul Maqdis dimulai dari persatuan umat di setiap garis depan.