Beranda / Dunia Islam / Mendesak: Pembentukan Koridor Kemanusiaan untuk Evakuasi Warga Sipil Sudan dari Zona Konflik
Dunia Islam Kabar
6 Nov 2025

Mendesak: Pembentukan Koridor Kemanusiaan untuk Evakuasi Warga Sipil Sudan dari Zona Konflik

Mendesak: Pembentukan Koridor Kemanusiaan untuk Evakuasi Warga Sipil Sudan dari Zona Konflik
Bagikan:

Foto: Keluarga-keluarga Sudan yang menyelamatkan diri dari bentrokan di El-Fasher tiba di Al Dabbah, Negara Bagian Utara Sudan, dan kini hidup dalam kondisi sulit, pada 3 November 2025. [Stringer – Anadolu Agency]

SUDAN (Middle East Monitor) – Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyerukan pembentukan koridor kemanusiaan aman untuk mengevakuasi warga sipil yang terjebak di tengah pertempuran sengit antara militer Sudan dan Rapid Support Forces (RSF).

Juru Bicara ICRC di Sudan, Adnan Hezam, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa situasi kemanusiaan terus memburuk, sementara akses bantuan semakin terhambat oleh meningkatnya kekerasan dan operasi militer, terutama di Tawila, Darfur Utara.

Ia mendesak pihak yang bertikai untuk membuka akses bagi pekerja kemanusiaan dan melindungi warga sipil.

Krisis makin parah sejak RSF merebut El-Fasher pada 26 Oktober, yang menurut organisasi lokal dan internasional disertai pembantaian warga sipil dan memperbesar risiko pemisahan Sudan.

Pemimpin RSF, Hemedti, mengakui adanya pelanggaran oleh pasukannya, namun mengklaim telah membentuk komite penyelidikan.

Konflik yang pecah sejak April 2023 telah menewaskan ribuan orang dan memaksa jutaan lainnya mengungsi, sementara upaya mediasi internasional belum berhasil menghentikan perang. 

Sudan Desak Tekanan Internasional terhadap UEA

Duta Besar Sudan untuk PBB di Jenewa, Hassan Hamid, Selasa (4/11/2025), mendesak komunitas internasional menekan Uni Emirat Arab (UEA) atas dugaan pemasokan senjata kepada Pasukan Dukungan Cepat (RSF), yang sejak April 2023 berperang melawan tentara Sudan.

Hamid menegaskan bahwa pihak yang memasok senjata kepada RSF “sudah dikenal luas,” dan menuding UEA sebagai pemasok utama.

Ia meminta dunia internasional mengambil tindakan tegas untuk menghentikan pasokan senjata dan pendanaan yang disebutnya mengalir kepada “milisi teroris” tersebut.

Konflik yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa jutaan warga Sudan mengungsi itu kini meluas ke wilayah baru, menimbulkan ancaman krisis kemanusiaan yang semakin besar.

Kejatuhan El Fasher ke tangan RSF membuat kelompok itu menguasai lima ibu kota negara bagian di Darfur, memicu kekhawatiran Sudan akan terpecah secara de facto.

Sejak awal perang, tentara Sudan telah menuduh UEA mengirim senjata dan tentara bayaran kepada RSF melalui Chad, Libya, Kenya, dan Somalia, yakni lewat jalur darat maupun udara. (Middle East Monitor)

Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami