Beranda / Dunia Islam / Ketika Banjir Bandang & Longsor Melanda, Solidaritas Palestina Sampai ke Pelosok Sumbar
Amanah Dunia Islam Kabar Penyaluran
19 Des 2025

Ketika Banjir Bandang & Longsor Melanda, Solidaritas Palestina Sampai ke Pelosok Sumbar

Ketika Banjir Bandang & Longsor Melanda, Solidaritas Palestina Sampai ke Pelosok Sumbar
Bagikan:

SUMATERA BARAT (Yayasan KITA) – Di tengah reruntuhan rumah yang patah dan retak, wajah-wajah lelah di Mushalla Ayia Angek, Desa Ayia Angek, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat terus mengharapkan datangnya pertolongan Allah Ta’ala.

November 2025 menjadi bulan yang berat bagi puluhan keluarga di desa terpencil ini. Banjir bandang tidak hanya merenggut rumah mereka, tapi juga jalan mata pencarian di sawah dan ladang yang kini tak bisa lagi dimanfaatkan.

Desa Ayia Angek terletak 50 kilometer dari pusat Kota Payakumbuh, tersembunyi di kaki Bukit Barisan. Ketika curah hujan tinggi mengguyur Sumatera Barat, tanah di lereng bukit itu bergeser. Puluhan rumah dari 183 kepala keluarga roboh atau retak parah. Hampir 543 jiwa—termasuk 70 anak-anak dan 20 ibu hamil atau menyusui—kini mengungsi di satu-satunya mushalla yang masih berdiri kokoh.

“Kami tidak berani pulang. Takut longsor susulan,” ujar salah seorang warga yang ditemui di posko pengungsian.

Akses jalan yang amblas di beberapa titik membuat bantuan sulit masuk. Media belum banyak meliput. Desa ini sepi dari sorotan, berbeda dengan daerah bencana lain yang lebih terkenal.

Bantuan dari Palestina untuk Sumbar

Serah terima bantuan. Sumber: dok. KITA.

Di tengah keterbatasan itu, hadir secercah harapan. Yayasan KITA, melalui mitra pelaksananya Ma’had Alquran Darul Huda, mengantarkan bantuan langsung ke tangan warga Ayia Angek. Yang istimewa, bantuan ini datang atas nama solidaritas dari saudara-saudara kita di Palestina.

“Ini tanda cinta dari KITA dan keluarga kita di Palestina,” ungkap Ustadz Datres Hidayat, pelaksana amanah yang turun langsung ke lokasi bencana.

Bantuan berupa 300 kilogram beras, minyak goreng, gas elpiji, air minum, hingga kebutuhan bayi dan wanita diserahkan kepada perwakilan warga di posko pengungsian. Telur sebanyak 1.500 butir, cabai keriting, bawang merah, dan alat tulis untuk anak-anak juga turut didistribusikan.

Tidak hanya Ayia Angek, bantuan juga menjangkau Dusun Mangorut di Kepulauan Mentawai. Di sana, SD Islam Alkuttab 1 terendam banjir hingga hampir mencapai atap. Papan tulis, buku pelajaran, dan rumah para guru rusak parah. Bantuan senilai empat juta rupiah dikirimkan untuk meringankan beban guru dan memperbaiki fasilitas belajar.

Ini kondisi banjir di SD Islam Alkuttab Mangorut, Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, yang tidak banyak diliput di media sosial. Sumber: dok. Ustadz Datres.

Solidaritas Tanpa Batas

Ada yang menyentuh dari bantuan ini. Sementara Gaza masih berjuang di bawah reruntuhan, menghadapi musim dingin yang keras, ternyata kepedulian mereka juga sampai ke desa terpencil di Sumbar. Bantuan ini hadir atas nama keluarga kita di Palestina.

“Wajah mereka yang letih itu mulai terlihat sedikit lebih lega. Ada rasa syukur yang tersirat—meski mereka masih cemas, tidak tahu sampai kapan harus tinggal di pengungsian dan bagaimana membangun hidup kembali,” tutur Ustadz Datres.

Mungkin inilah yang dimaksud dengan solidaritas: kepedulian yang tidak berhenti pada satu tempat, tapi mengalir ke mana pun ada saudara yang membutuhkan.


Dukung Saudara Kita di Garis Depan

Setiap bantuan Anda sangat berarti untuk memberikan kehangatan dan harapan hidup bagi mereka yang terdampak.

Donasi Sekarang
Hubungi kami